Nutrisi Karakter

Dinamika Batin : Taat dan Setia

Ketaatan dan Kesetiaan Mereka yang menjaga hubungan persahabatan dengan seseorang yang sedang terpuruk, kesusahan adalah sahabat yang sesungguhnya. Mereka yang tidak mendukung temannya saat sedang tidak beruntung tidak pantas disebut sebagai sahabat.1 Apa yang dapat Kita pahami dari Ketaatan dan Kesetiaan? Ketaatan (loyalitas) merupakan salah satu dinamika batin yang mendasar dari manusia. Ketaatan berarti menepati janji, berkeinginan kuat melaksanakan nya, dan menunjuk kan rasa hormat serta menghargai nya sebagai bentuk syukur untuk rahmat dan nikmat Tuhan. Dinamika mendasar lainnya adalah kesetiaan, yang berarti berkata benar, jujur dan dapat dipercaya saat memberikan janji. Kesetiaan juga berarti memiliki harapan besar untuk saudara […]
Khazanah

Tentang Kesetiaan dan Ketaatan

Apa itu kesetiaan dan ketaatan? Sebagai seorang Muslim yang ideal, kesetiaan sangat berkaitan dengan menaati janji-janji, memberikan segala kemampuan kita dengan baik dan benar, serta menunjukkan rasa hormat kita pada agama guna memperoleh rahmatNya. Sedangkan ketaatan berkaitan dengan bagaimana menjadi pribadi yang benar dalam segala aspek, termasuk jujur dan bisa dipercaya. Menjaga kesetiaan dan ketaatan termasuk salah satu cara bagi kita sebagai umat Muslim untuk mendapatkan nilai luhur di mata Allah SWT. Menjadi seorang yang setia dan taat merupakan sebuah tugas mulia bagi Muslim yang ideal. Setiap individu Muslim masing-masing mempunyai level dan kemampuan untuk setia dan taat. Dengan itu, […]
Dawai Kalbu

Sebuah Nafas – Obat Kesetiaan & Racun Statisitas

Sebuah Nafas – Obat Kesetiaan & Racun Statisitas  Kita memiliki kewajiban untuk mencari kebersihan hati dalam setiap peristiwa yang terjadi pada diri kita. Membiarkan diri kepada tepian khayalan, pandangan yang buruk, kata-kata yang buruk, mendengar bahasan yang tidak baik, menyimak gibah, dengan berkata: “Bisa jadi,” memberi isyarat setuju akan sebuah fitnah, hal yang demikian adalah undangan  bagi datangnya bala dan musibah. Satu undangan sudah cukup untuk memanggil ribuan bala dan musibah sekaligus. Oleh sebab itu Rasulullah SAW dalam sehari beristigfar sebanyak 70-100 kali. Istigfar yang beliau baca seakan menjadi benteng serta penolak bala dan musibah. رَبَّنَا لاَ تُعَذِّبْنَا بِذُنُوبِنَا Yaa […]