Nutrisi Karakter

Titik Terlemah Manusia

“Prinsip ke-3” Lalu di titik terlemah manusia yaitu ‘popularitas, kebanggaan diri, dan kedudukan’ dalam pendekatan yang sangat tercela, demi mengendalikanku lewat titik terlemah manusia ini, tidak ada satupun dari pengkhianatan, makian, dan siksaan yang mereka perintahkan dan harusnya mampu mengusik titik terlemah manusia ini berhasil. Dan mereka sekali-kali tidak akan pernah memahami bahwasanya kami menganggap dunia, popularitas, dan kebanggaan diri yang mereka sembah tersebut merupakan perbuatan ria serta keangkuhan yang membahayakan; bahwasanya kami tidak peduli sedikitpun pada cinta kedudukan, popularitas, kebanggaan diri, serta hal-hal duniawi lainnya yang mana mereka memberikan perhatian besar kepadanya; barangkali mereka kami anggap sebagai orang-orang yang […]
Nutrisi Akhlak

Prinsip ke-2 : Berlaku Tawaduk

“Prinsip ke-2 : Berlaku Tawaduk” Said, layaknya tanah ia wajib memiliki sifat seperti kerendahan hati, meninggalkan akuisme, dan ketawadukan mutlak; Jangan sampai kekurangannya mencemari Risalah Nur dan meremukkan pengaruhnya. Lampiran Kastamonu, halaman 13 Penjelasan: Al Quranul Karim dengan maknanya yang menyeluruh bersuara kepada segala masa dan kepada setiap manusia dari beragam derajat dan kedudukan yang hidup di setiap masa tersebut; di dalam makna-makna isyaratnya yang menyeluruh dengan makna parsialnya, ayat tentang tayamum[1] “فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا” juga memberikan perhatiannya kepada masa dan pengabdian kita. Kata “ صَعِيدٗا /Sha’idan” disini (dengan huruf shad) yang bermakna tanah mengisyaratkan Said (dengan huruf sin). Kata yang […]