fbpx
Karya Pembaca

CINTA DALAM DAKWAH

Ditulis Oleh; Muhammad Nurhidayat

Ketika dakwah menjadi pencarian cinta ilahi, terdapat begitu banyak panggilan-panggilan entitas nurani yang harus dipenuhi. Baginya, tanggung jawab entitas nurani menjadi prioritas utama perjalanan spiritual dalam mendukung setiap individu untuk meresapi keyakinan yang benar, perilaku yang lurus, keindahan yang hakiki , dan kejernihan yang memantulkan bayangan dari keagungan Sang Pencipta. Meyakini betapa besar esensi utama jiwa, sehingga menjadikan hubunganya dengan pencipta menjadi paling utama dalam panggilan nurani.

Dakwah yang hidup adalah dakwah yang menciptakan ikatan batin antara seorang hamba dengan hamba, seorang hamba dengan dakwahnya, dan seorang hamba dengan Sang Khalik-Nya. Mencintai seorang hamba, merupakan bagian dari pencarian kebenaran dan pemahaman yang konkret tentang makna kehidupan. Memahami hubungan interpersonal menjadikan seseorang hamba mengetahui bahwa bagian terpenting dari dakwah adalah kasih sayang dan kelembutan. 

Cinta seorang hamba dengan Sang Khalik-Nya tidak hanya sebagai bentuk ibadah, melainkan sebagai kehadiran yang tak terpisahkan dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu, dakwah sejati bukan hanya mengenal konsep-konsep agama, akan tetapi lebih dari itu membimbing individu untuk merasakan dan menyelami cinta ilahi dalam setiap nafas dan detak jantungnya. Dakwah merupakan panggilan hati yang mengajak pada setiap individu untuk mampu memahami bahwa cinta ilahi merupakan sumber dari segala kehidupan. Ia merupakan perjalanan panjang menuju pencapaian hakikat diri dan merupakan cara untuk menyadari bahwa keberadaan Sang Khalik dalam setiap hembusan nafas, penglihatan, pendengaran, yang setiap detiknya selalu membersamai.

Salah satu ulama kharismatik mengatakan, Dakwah tanpa cinta adalah bagaikan tubuh tanpa jiwa. Dakwah yang hanya mengandalkan pengetahuan tanpa didasari oleh kelembutan, empati, dan kasih sayang akan menjadi seperti tubuh yang hidup namun tanpa ruh. Cinta dalam hal ini memberikan kehangatan pada dakwah, menjadikannya lebih dari sekedar penyampaian. 

Dalam keseimbangan yang seharusnya, cinta menjadi pendorong (thrust) bagi penyampai kebenaran, ia harus mampu menjadi jiwa yang memberikan kehangatan kepada orang-orang yang membutuhkan. Seiring jiwa memberikan kehangatan pada tubuh, cinta memberikan kebermaknaan pada dakwah. Menjadikannya sarana yang hidup, penuh makna, dan mampu menyentuh hati setiap individu dengan kelembutan dan kebaikan.

Dakwah yang bersifat lembut mencerminkan pemahaman bahwa kelembutan merupakan kunci dari hati yang keras. Dalam kelembutan, berisikan kebijaksanaan untuk mengakomodasi perbedaan pandangan dan tingkat pemahaman, serta untuk menghadapi resistansi tanpa meninggalkan esensi ajaran agama. Kelembutan mengantarkan seseorang pada pintu pemahaman yang lebih dalam. Dan merupakan aspek kunci dalam mendampingi individu yang menempuh jalan kebenaran.

Dakwah yang dilandasi dengan kelembutan dan kehangatan mampu membuka ruang bagi dialog yang sehat dan saling pengertian. Dalam kelembutan, terdapat kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan mampu meresapi perasaan orang lain. Pesan agama dapat mencapai hati manusia dengan lebih efektif ketika disampaikan dengan kasih sayang dan kelembutan, dengan mengingat setiap manusia memiliki perjalanan spiritual masing-masing. Oleh karena itu, dakwah yang melibatkan kelembutan dan kesabaran bukan hanya sebuah tugas, melainkan juga sebuah panggilan untuk membentuk hubungan yang mendalam antara pembawa dakwah dan mereka yang menerima dakwah.

Dakwah menggunakan cinta bukanlah sekedar pelengkap, melainkan kekuatan yang mendahului segalanya. Tanpa kehadiran cinta, pesan-pesan dakwah akan hampa dan sulit untuk diterima. Oleh karena itu, setiap langkah dakwah haruslah diiringi dengan cinta yang tersemat di dalamnya kelembutan, kasih sayang, sehingga pesan dakwah masuk kedalam hati dan melebur dalam tindakan kebaikan setiap individu. Cinta dalam dakwah bukan hanya tentang menyebarkan kebenaran, namun lebih dari itu juga menciptakan ikatan batin yang erat dengan Allah dan sesama manusia.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan artikel baru setiap saat!    Yees! Tidak Sekarang