fbpx
Karya PembacaNutrisi AkhlakNutrisi Iman

Kemerdekaan Bangsa, Kemerdekaan Diri

Karya Pembaca : Ferghi Yusuf

Ufuk fajar menyambut berkahnya hari penuh suka cita. Digaungkan bendera merah putih kebanggaan simbol jati diri bangsa. Alhamdulillah, dengan izin-Nya, hari kemerdekaan telah tiba. Hari ulang tahun Indonesia dengan 270 juta orang yang merayakannya.

Tak dipungkiri hari kemerdekaan merupakan hari bersejarah bagi Nusantara, hari di mana NKRI lahir dan terlepas dari cengkeraman penjajah durjana. Hari di mana rakyat bersorak ria tiap kali ia menyerta. Kendati demikian, kebanyakan enggan untuk memaknai makna kemerdekaan sejati. Mereka menutup pintu qolbu yang sepatutnya diusahakan untuk sebuah memakna hakikat hari.

Kemerdekaan bangsa Indonesia seyogianya dijadikan momentum untuk memerdekakan diri. Kurang afdal bukan jika yang merdeka hanya bangsanya, tidak dengan individunya? Dengan begitu, mari rayakan hari kemerdekaan sebagai ajang kebangkitan hati. Apa maknanya?

Maknanya, Hari Kemerdekaan merupakan sarana bersyukur dan bersimpuh kepada Allah Ta’alla. Qolbu yang rapuh dan haus akan iman harus segera diisi kembali dengan maknawi penuh rohani. Qalbu yang menderita, meronta, meminta karunia kepada Sang Pemilik Segalanya yang mencurahkan rahmat ke dunia fana. Qolbu yang terkorek hitamnya dosa harus bersujud memohon ampun pada-Nya, bertaubat seolah tak ada waktu tersisa.

Tidak berhenti semata, jadikan kemerdekaan sebagai cermin diri bagaimana pendiri bangsa berjuang membela tanah air dengan nyawa mereka. Jadikan pengorbanan mereka sebagai motivasi intrinsik untuk mengabdi tanpa pamrih kepada sesama sesuai tuntunan agama. Jadikan celotehan mereka sebagai prinsip hidup yang terpatri dalam raga. Jadikan tetes darah mereka sebagai pemantik spirit ukhuwah islamiyah kita. Begitu kiranya…

Masih belum kelar, kenyataan pahit memang, Hari Kemerdekaan justru diperingati sebagai momentum berfoya-foya yang tidak semestinya. Banyak orang melakukan maksiat yang dibenci oleh Sang Pencipta. Kita harus berani berbeda. Rayakan hari kemerdekaan dengan melakukan amalan yang membuat malaikat turun berdoa. Isi hari dengan membaca buku, tilawah Al-Qur’an, dan mengembangkan kemampuan yang sekiranya berguna. Terus terang ajakan ini untuk semua pembaca, termasuk penulis juga. Jadi, kita berjuang bersama, ya. Bismillah

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan artikel baru setiap saat!    Yees! Tidak Sekarang