fbpx
Karya PembacaNutrisi AkhlakNutrisi Karakter

Manakah yang lebih tebal antara Al-Kalimat dengan Al-Maktubat?

Tidaklah ada bangunan yang dibangun tanpa pondasi. Jika anda ingin membangun gedung 10 lantai, anda perlu menggali sedalam mungkin dan meletakkan pondasinya dengan kokoh. Sehingga tidak rusak dan roboh pada saat terjadi gempa atau bencana lainnya. Basis gerakan Hizmet adalah manusia, yaitu manusia yang terampil. Sebagaimana yang Mulia Alvarlı Efe ia selalu berdoa, “Semoga Allah menjadikan kita manusia yang mulia!” Dasar utama Hizmet adalah “manusia” dalam kualitas ini. Manusia dengan kualitas ini hanya dididik dan dibina di Rumah-rumah. Jika orang-orang yang tinggal di Rumah-rumah memiliki kualitas seperti ini maka Hizmet akan ada, Jika tidak, maka Hizmet tidak akan ada.

Rumah, tapi rumah yang bagaimana?

Sebuah rumah di mana lima atau enam orang tinggal didalamnya. Sebuah rumah di mana penghuninya menghabiskan waktu bersama-sama sebanyak mungkin dengan salat berjamaah dan berdoa bersama serta membaca buku, setidaknya setiap hari tiga dari mereka yang tinggal di rumah ini salat berjamaah bersama dan kemudian membaca buku. Rumah yang di mana semua kamar dan ruangannya bersih dan tertata dengan sangat rapi serta dapur yang juga sangat rapi dan bersih. “Cahaya” Allahﷻ tidak termanifestasikan di tempat-tempat yang kotor, berantakan dan kumuh. Cahaya iman tidak dapat terpancar di tempat yang berantakan dan kumuh.

Mendekatkan diri dan dzikir kepada Allahﷻ adalah anugerah yang sangat berharga. Rumah-rumah ini adalah tempat istimewa di mana nikmat berharga ini terus turun.

Al-Qur’an menyebut rumah ini dengan sebutan “Rumah Cahaya”:

(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allahﷻ untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (mensucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allahﷻ, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat). (QS. An- Nur Ayat 36 dan 37)

Rumah yang tidak memenuhi persyaratan diatas bukanlah Rumah Cahaya tapi “kos-kosan”, Ini adalah kebenaran yang menyedihkan. Jika rumah-rumah yang memenuhi persyaratan diatas ada, maka Hizmet akan tetap ada. Jika tidak, Hizmet tidak akan ada meskipun kelihatannya ada.

Hocaefendi menggambarkan rumah-rumah ini sebagai berikut:

“Rumah Cahaya adalah bangunan suci yang pernah ada; rumah yang paling efektif untuk generasi yang bercahaya yang menyibak kegelapan. Di rumah-rumah ini, setiap paginya dipenuhi dengan semangat kemenangan dan harapan baru. Di setiap sudutnya, evrad-u ezkar digaungkan, penghuni rumah yang diberkati ini setiap hari bagun dengan perasaan dan semangat baru yang penuh dengan rasa percaya diri. Semua sisi kehidupan mereka dipenuhi cahaya. Saat berkumpul, mereka berkumpul untuk belajar dan tarbiah diri; Saat mereka berpisah, mereka berpisah untuk memperoleh keutamaan dari perasaan yang bersih, pemikiran yang jernih, akhlak yang baik, iman yang kokoh, dan kedekatan dengan sang pencipta Allahﷻ yang sudah mereka dapatkan dari majlis belajar dan tarbiah.”

Rumah adalah universitas kecil kehidupan. Rumah adalah laboratorium di mana ma’rifatullah, manajemen kehidupan dan empati serta “bermuamalah dengan orang lain” dipelajari dan dipraktekkan. Sekolah maupun asrama tidak dapat menggantikan peran rumah. Manusia tidak tumbuh dan dididik dengan cara paketan. Sebuah perusahaan bisa memproduksi “patung” dalam jumlah yang banyak secara langsung namun tidak dengan manusia.

Saya pernah mencoba menguji kualitas rumah. Saya bertanya kepada salah satu lulusan yang tinggal di rumah.

Dialognnya sebagai berikut:

– Berapa lama anda tinggal di rumah? Apa yang anda lakukan?

– 5 tahun. Selama 3 tahun ini saya sebagai “imam rumah” .

– Apakah anda sudah menyelesaikan buku Ar-Risalah?

– Secara keseluruhan saya belum menyelesaikannya, tapi bisa dikatakan saya sudah menyelesaikannya.

– Apa yang dimaksud dengan ijtihad?

– … Aku tidak bisa menjelaskannya.

– Baik, ada di buku manakah Risalah icraat?

– Saya tidak ingat secara pasti, tapi bisa jadi ada di buku Al-Lama’at.

– Apakah ada kalimat yang anda ingat dari Risalah Ikhlas?

– Ya, itu Risalah yang harus dibaca setiap 15 hari sekalikan ya?

– Ya, betul sekali?

– Aku tidak

Saat dialog semakin memburuk, saya harus mengajukan pertanyaan berikut:

– Manakah yang lebih tebal antara Al-Kalimat dengan Al-Maktubat?

– Kalau tidak salah Al-Kalimat lebih tebal.

Saya tidak berbicara tentang satu contoh saja, tetapi ada banyak contoh dialog yang serupa. Dan anda menjadikan orang-orang ini sebagai penanggung jawab. Anda menjadikannya sebagai guru, kemudian anda mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan yang dijelaskan dalam Risalah ikhlas dari mereka.

Izinkan saya menambahkan satu kisah lagi.

Sebuah rumah yang sudah 20 tahun saya tidak datang dan melihatnya. Saat saya mengantar seorang kerabat saya yang baru memulai sekolah hukum ke rumah tempat ia tinggal. Saat itu sekitar jam 11 malam, saya berpikir untuk keluar dan melihat rumah tersebut. Lalu saya keluar dan melihat rumah Itu, saya melihat rumah itu adalah rumah yang mewah. Rumah Itu sebesar rumah tempat kami dahulu yang mana dihuni oleh 11 orang siswa. Kami menggunakan tempat tidur kayu seperti peti dengan penutupnya. Sedangkan mereka memiliki set sofa dan tempat tidur yang lengkap. Di rumah sebesar itu hanya dihuni oleh 4 orang saja. Imam rumahnya sudah menikah, oleh karena itu ia jarang datang ke rumah tersebut. Dua orang lainnya, di akhir pekan mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Rumah itu persis seperti kos-kosan. Kemudian saya bertanya “Apakah ada tamu yang datang?”. Tidak ada, jawab mereka. Bahkan dalam istilah kebiasaan mereka tidak ada kata tamu. Rumah itu mungkin akan bisa dikata bersih setelah disapu dan dipel selama tiga jam. Yang paling menakutkan adalah dapur. Di atas kompornya ada sisa-sisa bekas makanan yang sudah lama dan mengeras. Di satu sisi dapurnya terdapat sampah yang bertumpuk-tumpuk. Kulkasnya kotor dan penuh dengan bekas makanan yang sudah lama. Saya perkirakan jika saya membersihkan rumah itu mungkin sampai waktu subuh datang baru selesai.

Dikatakan bahwa “bagian dari sesuatu menunjukan keadaan keseluruhannya”. Ada berapa jumlah rumah yang sama dengan yang saya sebutkan diatas? Bahkan jika ada 20 % dari 100% rumah dengan keadaan seperti diatas, maka ini adalah sebuah bencana besar. Bagaimana jika anda memiliki ribuan rumah seperti itu sekarang? Apalah artinya meskipun puluhan ribu orang di rumah yang seperti itu? Jika dikumpulkan ratusan rumah yang ada, apakah ratusan rumah itu bisa menggantikan satu rumah dengan kualifikasi yang saya sebutkan di awal? jika hanya fokus kepada angka dan jumlah yang banyak maka membuka rumah hanya akan menjadi perlombaan

banyak-banyakan tanpa memperhatikan kualitas isinya. Berkaitan dengan hal ini disebutkan dalam Al-Quran dengan sangat jelas: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (QS. At-Takatsur ayat 1). Di rumah ini adalah tempat “mengagungkan Allah” serta “memuliakan dan menghormati manusia”

RUMAH ADALAH YANG UTAMA

Jika kita memiliki sepuluh sekolah dan dua puluh asrama di sebuah kota, namun jika tidak ada rumah yang merupakan pondasi Hizmet seperti yang saya jelaskan sebelumnya, maka bisa dikatakan Hizmet tidak ada di kota tersebut. Hal terpenting yang diajarkan oleh Risalah adalah untuk tidak terpaku pada sebab-sebab saja. Jika kita berhasil memahami sebab-sebab ini, kita menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita dimulai dengan hilangnya rumah-rumah. Institusi dapat bertahan jika bersandar pada rumah-rumah yang menjadi pondasi dasarnya. Institusi yang dibangun oleh individu- individu yang belum mematangkan jiwanya di rumah, maka ini adalah institusi yang tidak berdasar. Institusi yang tanpa “dasar” menjadi rentan terhadap kehancuran dan serangan musuh yang sebanding dengan ukuran dan tingginya. Tidak ada institusi yang akan maju ke masa depan jika kita tidak membangun pondasi serta tiang bangunannya dengan orang-orang yang terampil dan terlatih di rumah-rumah.

Sebelum ‘Rumah yang berkualitas di setiap tempat’ menjadi target utama bagi setiap penanggung jawab, maka Hizmet yang dilakukan tidak mungkin sesuai dengan yang disebutkan dalam ayat Al-Quran. Jika kriteria sukses di Hizmet adalah institusi, jumlah dan ekonomi, bukan kualitas, Maka diperlukan koreksi yang sangat serius.

Ini adalah target yang bagus untuk anda:

Tempat dimana anak-anak dari semua suku, bangsa dan negara bisa datang, belajar, membaca buku…

Tempat yang selalu dikunjungi oleh pria, wanita, pengusaha dan orang tua minimal satu kali dalam seminggu….

Dan rumah-rumah dimana nama Allahﷻ selalu di agungkan …

Institusi yang terbuat dari batu bata tentu saja berharga, tetapi rumah yang seperti ini lebih berharga dari pada emas yang bertumpuk- tumpuk.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan artikel baru setiap saat!    Yees! Tidak Sekarang