Mengembangkandiri.com trees-7847672_1920

MENGHINDARI GIBAH DAN KRITIK BERLEBIHAN DALAM MASYARAKAT

 

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menemukan orang yang suka mengkritik dan menggunjing saudara-saudaranya. Apalagi dalam lingkup masyarakat yang masih memiliki sikap terbuka terhadap gibah dan kritik yang berlebihan. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembinaan yang ditujukan kepada kita.

Menganggap sikap mengkritik dan gibah sebagai hal yang lumrah dapat membuat masyarakat menjadi tidak sensitif terhadap tindakan tersebut. Padahal, Al-Quran, Hadits, dan Risalah yang sudah sering kita baca telah menyampaikan bahwa kita harus memandang saudara-saudara kita dengan sudut pandang yang positif, mengabaikan kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Masa kini memang lebih menonjolkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai Islam seperti kasih sayang, kelembutan, tenggang rasa, dan toleransi. Namun, hal ini tidak berarti kita harus membiarkan kritikan. Berbagai macam pemikiran, celah-celah kesalahan bisa diberikan kritik yang membangun seraya menawarkan alternatif yang tepat.

Namun, dalam memberikan kritik, kita harus berhati-hati. Hal ini dikarenakan jika kita tidak hati-hati, kritik yang kita sampaikan dapat memunculkan gibah dan kritik yang berlebihan. Kita harus belajar untuk memandang saudara-saudara kita dengan sudut pandang yang positif. Kita juga harus selalu mengingatkan diri kita untuk tidak terjerumus dalam perilaku mengkritik yang berlebihan.

Bahkan, menurut Ustaz Said Nursi dalam Risalahnya, meskipun benar, seseorang yang mengkritik tetaplah salah. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan tidak sembarangan dalam memberikan kritik kepada saudara-saudara kita.

Dalam hal ini, kita harus memahami bahwa membicarakan keburukan orang lain merupakan sebuah gibah. Tetapi membicarakan orang-orang yang sudah menyatukan hatinya pada Hizmet merupakan perilaku gibah yang berlebihan. Begitu pula dengan mengkritik orang lain. Tetapi mengkritik orang-orang yang ada dalam Hizmet merupakan kritik yang berlebihan.

Oleh karena itu, kita harus berusaha menghindari gibah dan kritik yang berlebihan dalam masyarakat. Sebagai masyarakat yang saling mendukung dan membangun, kita harus selalu mengingatkan diri kita untuk tidak terjerumus dalam perilaku mengkritik yang tidak sehat. Kita harus belajar untuk menghargai dan memandang saudara-saudara kita dengan sudut pandang yang positif, dan memberikan kritik yang membangun serta menawarkan alternatif yang tepat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih baik dan harmonis.

“Aku memohon kepada kalian, demi cinta Allah jangan sampai kita menghilangkan ribuan keberkahan yang ada pada Hizmet. Janganlah saling membicarakan keburukan orang lain, janganlah saling mengkritik, janganlah menggandakan musibah. Jangan sampai kesalahan perilaku kita seperti kesalahan teman² kita membuat kepala mereka terpukul. Sehingga membuat semangat mereka pun tururn, jangan sampai mempermalukannya di hadapan orang lain. Mari kita sampaikan keindahan-keindahan yang nantinya akan menjadi sumber bagi usaha, perjuangan dan gairah mereka. Kita persembahkan pemikiran kita sebagai alternatif yang sesuai. Dan mengantarkan keberuntungan mereka pada kehidupan kita semua.”

Mengembangkandiri.com wooden-hut-7884975_1920

DUNIA ADALAH TEMPAT UJIAN

Manusia selalu diuji setiap saat, dan dengan ujian tersebut manusia bisa menjadi mulia atau hina. ini menunjukkan bahwa kehidupan di dunia adalah tempat ujian, bukan tempat untuk mencari imbalan semata. Namun, pada kenyataannya, kita juga mendapatkan ganjaran dan manfaat di dunia ini, seperti lahirnya kita sebagai manusia, beragama Islam, menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ, mengenal Al-Qur’an dan melihat alam semesta berdasarkan petunjuknya.

Dalam kehidupan ini, ujian yang kita hadapi sesuai dengan tingkat keimanan kita kepada Allah ﷻ dan keluhuran hati kita. Seperti Nabi Muhammad ﷺ yang diuji dengan ujian yang sangat berat, tetapi Ia tidak pernah gentar dengan ujian tersebut. Ia selalu teguh dalam tugas, kokoh dalam pendirian, dan yakin dalam penghambaan.

Kita harus mengingat bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat berkhidmah, bukan tempat untuk mencari imbalan semata. Seperti Ustadz ucapkan bahwa jika kita ingin menikmati kenikmatan, kelezatan, dan kesenangan, maka harus berada dalam lingkupan dan ketentuan yang dibolehkan oleh Al-Qur’an. Sebagai seorang muslim, kita harus menjalankan tabligh dan tamsil yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Jika kita benar-benar beriman kepada Allah ﷻ, maka kita tidak perlu merasa lemah atau khawatir menghadapi ujian. Kebenaran selalu menang, dan tidak ada satupun yang bisa mengalahkannya.

“Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.” (Q.S An – Naml : 70)

Firman Allah ﷻ telah menjelaskan bahwa janganlah kita bersedih hati, karena Allah ﷻ selalu membersamai kita dan memberikan kekuatan yang tak tertandingi.

Dalam menjalani kehidupan ini, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan menjalankan tugas dengan penuh penghambaan kepada Allah ﷻ. Kita harus teguh dalam pendirian dan tidak gentar menghadapi masalah dan musibah. Kita harus mengingat bahwa kebenaran itu tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari kebenaran. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha untuk hidup dalam kebenaran dan menjalankan segala tugas dengan sepenuh hati, serta yakin dalam penghambaan kepada Allah ﷻ.

mengembangkandiri.com ringlet-7861419_960_720

PARA TENTARA SUKARELA SETAN

Orang yang menjadi tentara dan selalu berada di belakang setan, ia telah mengundurkan diri menjadi manusia sejati dan telah menjadi makhluk asing. Bahkan sebagian darinya dengan rela hati mau menjadi makhluk asing tersebut.

Mengapakah kira-kira?

Karena, penciptaan mereka sudah rusak dan kehilangan dasar-dasar karakteristiknya, lebih menyukai keburukan dari kebaikan, senang mengikuti setan dibandingkan taat kepada Allah. Dan salah satu dari orang-orang yang seperti ini, ia penasaran dengan setan, penasaran dengan kecintaannya kepada setan, selalu memikirkan bagaimana simbol kejahatan setan, bagaimana setan melakukannya, bagaimana cara untuk mempengaruhi manusia. Dan suatu hari akan datang suatu makhluk yang aneh dihadapan orang tersebut. Dengan perasaan takut, bingung dan sedikit keheranan ia pun bertanya :

  • Siapa kamu?
  • Sayalah setan.
  • Hah!!! Jadi kamu ini setan! Saya sangat senang bertemu denganmu. Saya sangat cinta juga sangat penasaran dengan mu. Bahkan kamu tidak tahu bagaimana senangnya saya bisa kenalan denganmu. Namun ada satu permintaanku padamu.
  • Apakah itu?
  • Saya sangat penasaran denganmu, bagaimana caramu bekerja dan bagaimana caramu mendorong manusia kedalam perbuatan dosa. Maka hari ini sembari berjalan-jalan denganmu maukah kamu menunjukkan kepadaku apa saja yang kamu lakukan?
  • Dengan senang hati, jawab setan. Mereka pun mulai berangkat. Maka setan memperliatkan semua jalan kejahatan dan dosa serta bagaimana ia mengahasut manusia-manusia kedalam dosa dan kejahatan.

Orang yang mengambil kenikmatan dari dosa tersebut, sangat senang menjadi teman setan. Menjelang malam, “untuk kali ini kita cukupkan sampai disini” kata setan. Orang tersebut sangat senang, bahkan tidak mau berpisah dengan setan.

  • “Baiklah! Tapi saya punya pertanyaan terakhir untukmu, maka sebelum berpisah berikanlah jawabannya”, kata orang tersebut
  • “Tanyakan” kata setan.
  • Saya melihat bermacam-macam tali di tubuhmu. Apakah semua ini? Apa fungsinya?

Setanpun tertawa dengan garing lalu ia mengatakan :

  • Saya menggunakan semua ini untuk mengikat dan menyeret manusia ke jalan dan jejakku.

Dengan sedikit keheranan, orang ini berkata :

  • Tapi sepanjang hari kamu telah mengajakku berkeliling, namun kamu tidak mengikatku dengan tali-tali ini.

Maka sebelum setan menghilang dari pandangan, setan menjawab kepada orang tersebut :

  • Saya memasangkan tali ini kepada orang-orang yang tidak ingin dan tidak rela untuk menjadi pengikut saya. Saya menggunakan tali-tali ini untuk memaksa mereka. Tapi kamu dan orang-orang yang sepertimu memang telah menjadi tentara-tentara sukarelaku. Untuk apa saya mengikat dan meliliti kalian? Bukannya kalian memang datang dengan sukarela.

                                                                                           * * *

Nah! Begitulah orang yang memudahkan pekerjaan setan, ada yang terjatuh dalam bujuk rayu dan jebakan setan. Sungguh kasihan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sebagiannya lagi lebih buruk. Tanpa harus diseret dan diingatkan kejahatan-kejahatan itu oleh setan, mereka sendiri telah terjatuh kedalam kejahatan-kejahatan tersebut. Bahkan mereka mengajak orang lain kedalam kejahatan dan  bertanggung jawab atas tugas setan. Dengan begini, setan dengan hati yang tenang pergi berlibur. liburan yang sangat panjang. Sungguh kasihan orang-orang yang seperti ini.

Sebaagian manusia adalah para tentara sukarelanya setan. Mereka merasakan kenikmatan dari kejahatan dibandingkan dengan kebaikan.

mengembangkandiri.com austria-7507345_960_720

PUASA MERESTORASI KE PENGATURAN PABRIK

Ditulis Oleh : Ashraf Kitaka MSc. Nutrition

Sejauh ini, manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang paling menakjubkan. Allah sendiri bersaksi tentang ini di dalam kitab suci-Nya, Al-Qur’an yang di dalamnya ia berfirman; “Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Rancangan tubuh manusia yang rumit telah memesona para ilmuwan selama beberapa generasi sebelumnya dan akan terus berlanjut hingga generasi mendatang. Otak manusia khususnya, telah menarik banyak perhatian lalu melahirkan ilmu Neurologi. Otak yang merupakan pusat koordinasi tubuh manusia ternyata mengandung miliaran jalur saraf. Jalur yang berfungsi sebagai penyedia penghargaan otak/reward-system yang berfungsi untuk bertanggung jawab dalam mengendalikan dan mengatur kemampuan kita untuk merasakan kesenangan. Hal ini telah banyak dipelajari oleh para ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir. Jalur ini terkait dengan mencari tiga rewards terpenting yang dibutuhkan dalam kehidupan yaitu; makanan, air dan pasangan. Persepsi penghargaan pada otak diatur dalam sebuah sistem kompleks yang melibatkan hormon dopamin, yakni zat kimia yang juga bertanggung jawab untuk membuat kita tetap termotivasi. Dopamin pada tingkat optimalnya membantu kita mencari kebutuhan rasa senang alami dalam rangka untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Namun, masalah biasanya muncul ketika kita secara berlebihan mencari rasa senang ini dan mendapatkannya secara berlebihan juga. Tingkat dopamin melonjak dan sistem rasa senang akhirnya terkesampingkan.

Dewasa ini, dunia telah menjadi salah satu pelopor kebebasan hidup berlebihan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi. Dunia adalah tempat penuh kekurangan beberapa abad lalu, namun kini ia telah berubah menjadi tempat serba ada. Akses dalam mengonsumsi makanan dan minuman dengan rasa dan warna yang beraneka ragam, telah membuat kita kecanduan. Kemampuan kita untuk menemukan pasangan melalui internet sekarang ini pasti membuat nenek moyang kita merasa iri. Selain manfaat tersebut, melonjaknya angka, variasi dan potensi akan tingginya rangsangan rasa senang begitu mengejutkan. Bermain Faceebook, Instagram, Youtube, Tweeter, berbelanja online, berkirim pesan, bermain game, dan membaca berita itu memang sangat menyenangkan, tak aneh jika kita sulit melepaskan diri kita dari hal-hal tersebut. Namun apakah mungkin rangsangan ini mengalahkan sistem Dopamine-reward kita?

Dalam waktu singkat, bayangkan kita ingin memperbaiki dominasi pada system reward otak kita ke dalam mode “Pengaturan pabrik”. System reward otak kita akan kembali kepada keadaan fungsi optimal, yang membuat kita tetap termotivasi untuk mencari kesenangan dengan jumlah yang tepat. Untuk mencapainya, otak kita harus belajar kembali untuk merasakan kenikmatan yang datang dari frekuensi ambang rendah. Penjelasan mudahnya, otak kita belajar untuk makan dan minum dalam porsi sedikit dan mencari pasangan dengan cara yang sehat namun tetap bisa membuat kita bahagia. Dengan kata lain, kita belajar bahwa kita bisa bertahan tanpa harus memenuhinya dalam jumlah berlebih. Bukankah praktik ini dinamakan puasa?

Tentu saja ini bukan kebetulan dimana puasa Ramadhan dalam islam melarang umatnya untuk makan,  minum dan berhubungan intim selama 12-14 jam sehari. Pada dasarnya, proses ini turut membantu memperbaiki arus system-reward / hasrat kita dalam berupaya untuk mengembalikannya pada setelan pabrik. Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa muslim begitu berenergi selama bulan suci?. Orang-orang, yang merasa begitu malasnya sebelum Ramadhan kini tiba-tiba menjadi penuh semangat dalam menghidupkan malam, membaca berlembar-lembar Al-Qur’an dan berdoa sebanyak-banyaknya. Alasannya mungkin berkaitan dengan meningkatnya motivasi sebagai hasil dari pengembalian dopamine kepada tingkat tertingginya. Kini orang tahu mengapa kita sangat dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah dan menghindari perbuatan dosa. Ketika sistem reward dibuat tumpul karena rangsangan yang melemahkan hubungan kita dengan Allah, dalam waktu bersamaan, kita secara spontan akan mulai merasa senang untuk beribadah yang mana hal ini dapat memperkuat hubungan kita dengan Allah. Hal ini terus berlaku selama 30 hari. Mencoba untuk menjauh dari tingginya rangsangan nafsu sebagaimana telah disebutkan diatas akan mampu mempercepat proses ini. Kini anda tahu mengapa anda harus melempar HP anda ke air…. Just kidding!

Untuk menggapai manfaat secara maksimal karena berhasil mengembalikan iman kita ke setelan pabrik, kita harus mempertahankan apa yang telah kita upayakan dalam mencapai titik ini. Untuk menanamkannya dalam pikiran, jika puasa tujuannya adalah mengurangi dan menjinakkan nafsu makan ketika dimana jika hal ini terpenuhi maka kita akan menggapai respons nikmat tertinggi, lalu mengapa kita perlu berbuka puasa dan makan seakan-akan itu merupakan “balas dendam” karena telah seharian menahan lapar. Ini sama seperti ketika kita menyiapkan makanan yang begitu lezat dan tepat sebelum menyajikannya, kita malah membuangnya ke tempat sampah dengan sengaja. Mungkin contoh barusan sedikit ekstrim namun mengena. Manfaat dari menahan diri terhadap makan berlebih saat buka puasa memang tak bisa diremehkan. Ingat, kita memenuhi hasrat kepuasan dari sedikit makan dan minum.

Resep puasa atas kita yang diperintahkan oleh tuhan kita adalah manifestasi dari rahmat dalam dan dari dzat-Nya sendiri. Ketetapan puasa atas kita ini seperti cara Allah berfirman kepada hamba-hamba-Nya: “Jauhkanlah sejenak dirimu dari hal-hal yang sangat menyenangkan bagimu hanya agar kamu tidak kebergantungan kepadanya, berhubunganlah dengan-Ku melalui ibadah dan menahan diri dari dosa seperti ini. jalan yang paling bermanfaat dari apa pun yang pernah Anda ketahui, berbagilah dengan apa yang telah aku berikan kepadamu dengan hamba-hamba-Ku dan lepaskan diri Anda dari kesenangan sia-sia yang darinya karena engkau tidak akan pernah mencapai kebahagiaan sejati”.

Ketika kita masih merasa ingin makan, minum, dan menggunakan perangkat kita secara berlebihan, hal ini bisa jadi merupakan indikator hambatan dalam perjalanan memulihkan sirkuit nafsu kita ke pengaturan pabrik. Berpuasa dengan ikhlas, makan secukupnya, tahan diri dari maksiat dan batasilah penggunaan internet dan media sosial mungkin dapat menjadi cara agar kita bisa menuai panen secara maksimal di bulan suci Ramadhan ini. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa kita.