mengembangkandiri.com man-gd3c40c712_1280

MENJADI PRIBADI TERBAIK DIBULAN KEAGUNGAN

Dalam Islam, Satu Muharam, disebut sebagai Tahun Baru Hijriah, merupakan waktu yang sangat bersejarah bagi kaum Muslim. Hari ini, kaum Muslim di seluruh dunia mendapati awal kalender Islam, yang dimulai dengan hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Bagi kaum Muslim, Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Islam dan memiliki makna yang sangat mendalam.

Momen Tahun Baru Hijriah ini, kaum Muslim menganggap sebagai waktu untuk muhasabah dan tafakur. Hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Mekah ke Madinah adalah peristiwa yang menunjukkan keteguhan iman, keinginan yang mulia, dan pengorbanan untuk menegakkan kebenaran serta menyebarkan ajaran Islam. Tahun Baru Hijriah memberi kaum Muslim kesempatan untuk merenungkan bagaimana menjalani hidup dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Selama bulan Muharam, yang juga disebut sebagai bulan yang suci dan penuh berkah, kaum Muslim diminta untuk melakukan lebih banyak amal kebajikan, seperti berpuasa, berdoa, memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan, dan mengingat keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hari Asyura’, yang jatuh pada tanggal 10 Muharam, adalah salah satu momen yang paling diingat dalam bulan Muharam. Hari Asyura’ memiliki banyak arti. Bagi kaum Muslim, hari ini adalah peristiwa penting karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa Alaihi Sallam dan pengikutnya dari Firaun dengan membelah Laut Merah. Selain itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga memaafkan Nabi Adam Alaihi Sallam atas kesalahannya pada hari Asyura’. Hari ini, beberapa kaum Muslim berpuasa sebagai bentuk bersyukur atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

“Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tahun Baru Hijriah adalah permulaan perjalanan baru bagi setiap orang Muslim. Saat ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan tujuan hidup, meningkatkan iman, menghapus dosa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Satu Muharam menunjukkan semangat keberanian, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan dan tantangan hidup.

Dengan berganti tahun dalam kalender Hijriah, kaum Muslim diingatkan untuk terus meningkatkan keimanan, meningkatkan kebijaksanaan, dan berusaha menjadi orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Setiap tahun baru membawa peluang baru untuk melakukan amal kebajikan dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Di tengah kegembiraan menyambut Tahun Baru Hijriah, jangan lupa untuk mendoakan perdamaian, persatuan, dan kesejahteraan bagi seluruh kaum Muslim. Selamat menyambut bulan Muharam. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberkahi dan merahmati kita semua saat kita memulai kehidupan baru.

Aaminn…..

Muslim man praying in the mosque

MANUSIA AKAN MENEMUKAN KETENANGAN DENGAN IBADAH

Manusia butuh kepada pelaksanaan ibadah. Ketika manusia sakit maka ia akan pergi ke dokter. Kemudian setelah sang dokter mendeteksi penyakitnya barulah di berikan beberapa obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah itu ia memaksa agar orang yang sakit tersebut menggunakan obat yang telah di berikan. Sama seperti ini, ibadah merupakan sebuah resep tertulis dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menyembuhkan penyakit dan luka yang terdapat dalam maknawi diri. Ketentraman dan kebahagiaan anak adam hanya mungkin ada jika ibadah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seseorang yang hatinya bersemangat dengan hamba serta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka ruhnya akan mencapai pada sebuah kepuasan. Rida-Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada seorang hamba yang performanya semakin meningkat, ia akan hidup dengan kebahagiaan yang mendalam dan kesenangan yang tak ter definisikan di dalam kehidupan dunianya. Dari kelezatan maknawi yang diambil oleh orang yang seperti ini, dalam kehidupannya sehari-hari bagaimanapun kesulitan yang menghadangnya ia sanggup menghadapinya dengan tegar.

Karena ia telah bersandar dan percaya kepada Sang Pencipta Yang Satu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menciptakan segala sesuatu dan kejadian. Sebagai seorang hamba bagi kita nikmat yang besar adalah usaha kita dalam melaksanakan tugas penghambaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Usaha yang seperti ini, akan menghasilkan ketentraman baik pada dirinya sendiri dan juga pada lingkungan.

Ustadz Bediuzzaman Said Nursi mengatakan, Manusia atau Insan secara jasmani kecil, lemah dan tidak berdaya namun memiliki ruh yang tinggi. Memiliki bakat yang besar. Memiliki kecondongan yang tidak bisa di batasi. Pemilik tujuan dan kebutuhan yang abadi. Memiliki pemikiran yang tidak bisa dihitung. Mempunyai syahwat dan kemarahan yang tidak menerima batasan, dan begitu hebat penciptaannya, seolah-olah diciptakan sebagai ringkasan bagi seluruh jenis dan seluruh alam.

Bagitulah ibadah memberikan kelapangan bagi ruh manusia. Mengembangkan bakat. Memisahkan dari Kecenderungan dan keinginan yang buruk lalu menjadikannya kepada sesuatu yang sangat bersih. Mewujudkan tujuan dan keinginan. Memperluas pemikiran dan menertibkannya. Perasaan syahwat dan kemarahannya di berikan batasan lalu menjaga dari keburukan dan kelewatan batas. Naik menuju puncak kedewasaan dan insan kamil. Ibadah merupakan hubungan yang memiliki keterikatan indah, antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.