mengembangkandiri mountain-sunrise-5WMXRKU

Doa Nisfu Sya’ban

Doa Nisfu Sya’ban

.اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيراً، فَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

.اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَسَنَدِنَا ومَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اسْمِي فِي دِيوَانِ السُّعَدَاءِ فَأَثْبِتْهُ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اسْمِي فِي دِيوَانِ الْأَشْقِيَاءِ فَامْحُهُ، فَإِنَّكَ قُلْتَ ﴿يَمْحُو اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ﴾. ‏‏

أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ، وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، جَلَّ وَجْهُكَ، لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ
.أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لاَ إِلٰهَ إلاَّ أَنْتَ، يَا ظَهِيرَ الرَّاجِينَ، وَيَا جَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَيَا صَرِيخَ الْمُسْتَصْرِخِينَ، وَيَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ، ويَا دَلِيلَ الْمُتَحَيِّرِينَ، وَيَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. ‏

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي فِي أُمِّ الْكِتَابِ عِنْدَكَ شَقِيّاً فَامْحُ عَنِّي اسْمَ الشَّقَاوَةِ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا غَنِيّاً فَأَثْبِتْهُ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي فِي أُمِّ الْكِتَابِ عِنْدَكَ مَحْرُومًا مُقَتَّراً عَلَيَّ رِزْقِي فَامْحُ عَنِّي حِرْمَانِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ غَنِيّاً مُوَفَّقًا لِلْخَيْرِ، مُوَسَّعاً عَلَيَّ رِزْقِي، فَإِنَّكَ قُلْتَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ ﴿يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ
﴾.وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي ﴿فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ﴾ وَيُبْرَمُ، اِكْشِفْ
.عَنِّي مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لاَ أَعْلَمْ، وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

اَللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَنَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لاَسِيَّمَا شَمْلَ إِخْوَانِي وَأَخَوَاتِي وَأَصْدِقَائِي وَأَحْبَابِي
.وَأَحِبَّائِي فِي كُلِّ أَنْحَاءِ الْعَالَمِ، وَفِي كُلِّ نَوَاحِ الْحَيَاةِ

.اَللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَنَا، وَأَيِّدْنَا بِرُوحٍ مِنْ عِنْدِكَ

.اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

.وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Sungguh Mahabesar Allah. Segala puji hanya bagi-Nya sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah, baik di waktu pagi maupun petang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitupula kepada keluarga dan para Sahabatnya semua.

Ya Allah.. jika sekiranya Engkau menuliskan namaku pada buku catatan orang-orang yang berbahagia (diwan as-Su’ada’), maka tetapkanlah namaku di dalamnya. Namun jika sekiranya Engkau menuliskan namaku pada buku catatan orang-orang yang celaka (diwan al-Asyqiya’), maka hapuskanlah namaku dari dalamnya dan masukkan diriku ke dalam kumpulan orang-orang saleh. Sesungguhnya Engkau telah berfirman, “Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”

Ya Allah.. hamba berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Hamba berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu. Hamba berlindung kepada-Mu dari-Mu. Hamba tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau sebagaimana yang Engkau puji atas diri-Mu.

Ya Allah.. Zat Pemilik anugerah dan nikmat, tiada yang mampu memberi nikmat kepada-Mu. Wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Zat yang memiliki kerunia dan kenikmatan. Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau. Wahai Zat yang menjadi sandaran bagi orang-orang yang memohon. Wahai Zat yang melindungi mereka yang meminta perlindungan. Wahai Zat yang mendengar jeritan mereka yang meminta. Wahai Zat yang memberi rasa aman bagi mereka yang takut. Wahai Zat yang memberi petunjuk kepada mereka yang bingung. Wahai Zat yang menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Wahai Zat yang Mahapemurah!

Ya Allah.. jika sekiranya Engkau menuliskan diriku pada buku catatan besar-Mu (termasuk dalam) orang-orang yang tidak beruntung atau celaka, maka hapuskan nama ketidakberuntungan dari diriku. Jika Engkau menuliskan diriku sebagai orang-orang yang berbahagia dan kaya, maka tetapkanlah diriku di dalamnya. Jika Engkau menuliskan diriku di dalam Ummul Kitab sebagai orang-orang terhalang rezekinya, maka hapuskan diriku dari orang-orang yang disempitkan dalam hal memperoleh rezekinya lalu tulislah namaku di sisi-Mu sebagai orang-orang yang kaya dan mendapatkan taufik dalam melakukan kebaikan dan yang luas rezekinya, Sesungguhnya Engkau telah berfirman, “Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”

Ya Tuhanku.. dengan sifat kemuliaan-Mu yang agung pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, yang, ‘‘Pada malam itu dijelaskan segala perkara yang penuh hikmah’’, ditetapkan dan juga dihapuskan, hapuskan dariku segala macam bala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak. Berikanlah ampunan-Mu kepadaku. Engkaulah yang Mahamengetahui atas segala sesuatu. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang Mahagung lagi Mahamulia.

Ya Allah.. berikanlah persatuan dan kesatuan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, khususnya kepada saudara-saudara, saudari-saudari, teman-teman, dan sahabat-sahabat kami di seluruh penjuru dunia, juga di setiap bagian dari kehidupan ini.

Ya Allah.. berikanlah persatuan kepada kami, rekatkanlah kerenggangan yang ada di antara kami, dan kumpulkanlah kami dengan ruh dari sisi-Mu.

Ya Allah.. berikanlah taufik-Mu kepada kami dalam mengerjakan segala yang Engkau sukai dan ridai.

Dan semoga selawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitupula kepada keluarga, dan para Sahabatnya seluruhnya.

patrick-assale-UH2x_pfV4MA-unsplash

Pandemi Global dan Tazkirah dari Allah SWT

Pandemi Global dan Tazkirah dari Allah SWT


Allah SWT adalah pencipta segala sesuatu dan semua produknya. Pada prinsipnya, sebab musabab tidak memiliki pemilik, tetapi Allah-lah Sang Pemilik yang hakiki. Asal muasal terkadang dapat berupa sebab musabab materi. Terkadang doa dan munajat Anda juga dapat menjadi sebab. Akan tetapi, di balik tirai sebab musabab terdapat Sang Pencipta, Allah SWT. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak memenuhi hak dari setiap sebab.

Nabi bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Apabila kalian mendengar wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. al-Bukhari).

Pesan ini tak berbeda dengan prinsip karantina modern. Kemudian ada yang berkata:”Fulan berbuat dosa, kini mereka ketakutan akan virus ini, rasakanlah!”. Kita harus menjauhi pernyataan-pernyataan semacam ini. Jika Anda memerlukan contoh, tidak perlu jauh-jauh ke Cina. Perhatikan saja negeri Anda (Turki), lihatlah kezaliman apa saja yang terjadi di sana. Jika kita mengevaluasinya, sebenarnya kita layak menerima musibah 1000 kali lipatnya. Ketika bala dan musibah datang, yang terdampak tak hanya orang zalim, orang tak bersalah pun kena imbasnya. Jika kita melihat dengan sedikit nurani, kita akan berujar:”Ini semua salah kita”. Untuk itu, mari kita berdoa, bermunajat, dan bertawajuh kepada Allah SWT. Sehingga lewat doa dan taubat kita, semoga Allah berkenan mengangkat bala ini.

Musibah yang terjadi ini teramat mengkhawatirkan dan menakutkan, khususnya bagi orang-orang yang tak mengimani hari akhir. Kepanikan yang sama mungkin muncul juga pada mukmin yang imannya kurang kokoh. Jika mereka diberi sedikit pengingat, mudah-mudahan mereka mau kembali dan mau berdoa:”Ya Allah angkat musibah ini!” sehingga dengannya mereka pun kembali mendekat kepada Allah SWT.

Jangan pesimistis, karena tidak ada gunanya. Itulah yang diharapkan dari rasa takzim kepada Allah SWT. Di satu sisi juga agar kita terluput dari celotehan sia-sia dan menghindari dosa. Kita tak boleh memakai musibah ini sebagai bahan untuk mengutuk dan menyalahkan orang lain. Yang bisa kita lakukan, bahkan kepada orang paling jahat sekalipun, kita serahkan ke Allah: “Ya Rabb, mereka menzalimi dan membuat kami menangis”. “Mereka mengoyak nyawa dan mengatai orang paling lugu ini monster dan teroris”. Jika Engkau tak berkenan untuk melembutkan hati dan memberinya hidayah. Kami serahkan kepadaMu.

Kalian tak pernah tahu betapa sering aku menyalahkan diri ini. Mereka telah meremukkan pekerjaan Anda yang penuh berkah. Mereka menyiramkan air keras kepada generasi yang diberkahi ini. Bila Anda memulainya sebagaimana dahulu, saat jangka dibuka lebih lebar, barangkali Anda akan berseru:”Luar biasa! Hasilnya lebih baik daripada sebelumnya!”.

Kita tak bisa menebaknya. Jika itu terjadi, semuanya berkat izin dan inayat Ilahi. Akan tetapi, kita tak boleh mengklaimnya sebagai prestasi diri. Karena Dialah Sebab Hakiki dari segala sebab. Kita harus menyerahkannya kepada Sang Pemilik. Kita tak boleh lupa diri. Tak boleh juga berkata: “Semua usaha gagal!”. Kita harus bersyukur: “ribuan pujian hanyalah bagiMu” sebagai bentuk tahadduts ni’mah.

SIUM 3

SIUM MINGGU III

Akses Link Zoom Meeting harian dapat dengan klik “Nama Hari” pada tabel di bawah ini.
Zoom Password : SIUM(spasi)2020

Download Jadwal

SIUM (Seminar Istimewa Untuk Mengembangkandiri) 6 – 11 April 2020
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT SABTU
08.15-09.15 TAFSIR PRISMA RISALAH PRISMA HIKMAH TAJWID
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
09.30-10.30 FIQIH HIKMAH HADITS TAJWID SEJARAH TAFSIR
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
10.45-11.45 RISALAH TAFSIR SEJARAH HADITS FIQIH FIQIH
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
16.20-17.20 Sharing Sharing Sharing Sharing Sharing Sharing
  Video Video Video Video Video Video
SIUM 2

SIUM MINGGU II

Akses Link Zoom Meeting harian dapat dengan klik “nama hari” pada tabel di bawah ini.

Download Jadwal

SIUM (Seminar Istimewa Untuk Mengembangkandiri) 30 Maret-4 April 2020
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT SABTU
08.15-09.15 TAFSIR PRISMA RISALAH PRISMA HIKMAH TAJWID
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
09.30-10.30 FIQIH HIKMAH HADITS TAJWID SEJARAH TAFSIR
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
10.45-11.45 RISALAH TAFSIR SEJARAH HADITS FIQIH FIQIH
Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT Lesson Plan Materi PPT
16.20-17.20 Sharing Sharing Sharing Sharing Sharing Sharing
18.00-22.00
 
  Video Video Video Video Video Video
david-werbrouck-5GwLlb-_UYk-unsplash

Penjelasan tentang Bagaimana Ketulusan Berhizmet Perlahan Pudar

Penjelasan tentang Bagaimana Ketulusan Berhizmet Perlahan Pudar


Ketulusan & sensitivitas yang amat kuat pada tahun-tahun pertama kita di dalam hizmet perlahan pudar seiring berubahnya status kita dari mahasiswa menjadi pekerja. Idealisme itu perlahan diganti urusan duniawi dan kekhawatiran akan situasi di masa depan. Bagaimana dan apa saja kriteria yang harus diambil agar bisa menjaga keseimbangannya?

Jika rekan-rekan bisa membagi tugasnya dan tetap membela agama Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal itu dan akan selalu menjaga mereka. Yang saya katakan ini bukanlah omong kosong ataupun basa-basi belaka. Bagi orang yang sudah ambil bagian, merasakan, dan melihat tugas dalam hizmet, jika mereka jemu ataupun bosan dalam tugasnya, jika mereka mulai lalai dan lebih condong pada urusan dunianya, jika urusan dunia itu muncul, sebagai misalnya tawaran gaji yang lebih menarik, muncul sebagai tawaran jabatan, muncul sebagai rasa takut, sebagai rasa malas dan nyaman dengan kesantaian. Jika sebelumnya dan hingga sekarang, mereka meyakini dan menjalankan idealisme hizmet, Allah akan menjadi saksi, sekali lagi kami mengingatkan Anda. Wallahi, demi Allah, saya memberi Anda jaminan. Anda tidak akan bisa tersenyum, dunia Anda akan hancur lebur tak keruan.

Dalam 24 jam ini, saya sendiri merasakan hantaman-hantaman dalam pikiran saya, seakan saya baru saja melakukan pembunuhan. Ketika saya sedikit membayangkan pembunuhan tersebut muncul keinginan untuk bersembunyi di dalam gua & sepenuhnya beribadah di sana. Seakan dihantamkan tinju “kamu adalah pengkhianat” ke wajahku. Seakan saya dihujat: “Bagaimana bisa kamu sembunyi di gua!”. Orang yang telah meninggalkan kecintaannya kepada hizmet iman dan Al Quran. Serta orang-orang yang mengejar dunia, mereka tidak akan bisa meraih dunia. Dunia ini penuh tantangan dan tak punya belas kasih. Berdasarkan peringatan dari Allah, larilah kalian sehingga dunia tak bisa menangkapmu. Akan tetapi, kejarlah mereka yang hendak melarikan diri darimu sehingga mereka tidak bisa lepas dari kalian. Mereka yang meninggalkan hizmet, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Mereka yang cenderung kepada dunia mereka akan merintih disebabkan oleh tingkah anak-anaknya, mereka akan merintih disebabkan oleh ujian dari rumah tangganya, mereka akan merintih disebabkan oleh penyakit dan bala yang menimpanya.

Namun, mereka tak akan bisa mendapatkan kembali hari-hari yang telah berlalu. Untuk apa saya menyampaikan poin-poin ini? Saya tidak berpikir bahwasanya  kata-kata saya bisa meyakinkan Anda. Saya juga tidak menuntut supaya Anda menerima penjelasan saya. Namun, saya memiliki pengalaman terkait hal tersebut. Saya pernah menyaksikan seseorang yang karena kesalahan kecilnya terpaksa menerima hantaman musibah ribuan kali lipat. Orang yang telah keluar dari dosa-dosa, terdapat tanda bahwasanya mereka tidak bisa disebut kafir ataupun murtad. Namun, setelah seseorang berhasil meraih puncak keikhlasan jika ia kemudian terperosok ke lembah kesalahan yang amat dalam, terdapat tanda dan indikasi bahwa mereka akan mengalami kehancuran. Mereka yang menemukan jalan kebenaran tetapi berlaku seakan belum menemukannya. Mereka terancam bahaya yaitu kehilangan hidayah yang telah mereka temukan itu. Dia terancam bahaya besar, yaitu oleh Allah dibuat lupa akan diriNya dan Rasulullah. Dari situ,

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ

“Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu” (Q.S. Muhammad : 7).

Jika Anda menolong agama-Nya, maka Dia pun akan menolong Anda, takkan membiarkan kaki Anda tergelincir, serta membusuk oleh kemalasan dan kejenuhan dan semangat Anda berhizmet terus menyala. Mereka yang melarikan diri dari hizmet sebenarnya berlari menuju bencana. Simaklah nasihat Qurani di dalam Masnawi Nur: Jika kamu ingin melarikan diri, maka larilah menuju Allah. Carilah Dia! Ikutilah Dia di setiap tempat, carilah jalan untuk menemukan-Nya.

feature image

Risalah 25 Obat