mengembangkandiri mountain-sunrise-5WMXRKU

Doa Nisfu Sya’ban

Doa Nisfu Sya’ban

.اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيراً، فَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

.اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَسَنَدِنَا ومَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اسْمِي فِي دِيوَانِ السُّعَدَاءِ فَأَثْبِتْهُ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اسْمِي فِي دِيوَانِ الْأَشْقِيَاءِ فَامْحُهُ، فَإِنَّكَ قُلْتَ ﴿يَمْحُو اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ﴾. ‏‏

أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ، وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، جَلَّ وَجْهُكَ، لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ
.أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لاَ إِلٰهَ إلاَّ أَنْتَ، يَا ظَهِيرَ الرَّاجِينَ، وَيَا جَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَيَا صَرِيخَ الْمُسْتَصْرِخِينَ، وَيَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ، ويَا دَلِيلَ الْمُتَحَيِّرِينَ، وَيَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. ‏

اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي فِي أُمِّ الْكِتَابِ عِنْدَكَ شَقِيّاً فَامْحُ عَنِّي اسْمَ الشَّقَاوَةِ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا غَنِيّاً فَأَثْبِتْهُ، وَإِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي فِي أُمِّ الْكِتَابِ عِنْدَكَ مَحْرُومًا مُقَتَّراً عَلَيَّ رِزْقِي فَامْحُ عَنِّي حِرْمَانِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ غَنِيّاً مُوَفَّقًا لِلْخَيْرِ، مُوَسَّعاً عَلَيَّ رِزْقِي، فَإِنَّكَ قُلْتَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ ﴿يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ
﴾.وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي ﴿فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ﴾ وَيُبْرَمُ، اِكْشِفْ
.عَنِّي مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لاَ أَعْلَمْ، وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

اَللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَنَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لاَسِيَّمَا شَمْلَ إِخْوَانِي وَأَخَوَاتِي وَأَصْدِقَائِي وَأَحْبَابِي
.وَأَحِبَّائِي فِي كُلِّ أَنْحَاءِ الْعَالَمِ، وَفِي كُلِّ نَوَاحِ الْحَيَاةِ

.اَللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَنَا، وَأَيِّدْنَا بِرُوحٍ مِنْ عِنْدِكَ

.اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

.وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Sungguh Mahabesar Allah. Segala puji hanya bagi-Nya sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah, baik di waktu pagi maupun petang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitupula kepada keluarga dan para Sahabatnya semua.

Ya Allah.. jika sekiranya Engkau menuliskan namaku pada buku catatan orang-orang yang berbahagia (diwan as-Su’ada’), maka tetapkanlah namaku di dalamnya. Namun jika sekiranya Engkau menuliskan namaku pada buku catatan orang-orang yang celaka (diwan al-Asyqiya’), maka hapuskanlah namaku dari dalamnya dan masukkan diriku ke dalam kumpulan orang-orang saleh. Sesungguhnya Engkau telah berfirman, “Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”

Ya Allah.. hamba berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Hamba berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu. Hamba berlindung kepada-Mu dari-Mu. Hamba tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau sebagaimana yang Engkau puji atas diri-Mu.

Ya Allah.. Zat Pemilik anugerah dan nikmat, tiada yang mampu memberi nikmat kepada-Mu. Wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Zat yang memiliki kerunia dan kenikmatan. Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau. Wahai Zat yang menjadi sandaran bagi orang-orang yang memohon. Wahai Zat yang melindungi mereka yang meminta perlindungan. Wahai Zat yang mendengar jeritan mereka yang meminta. Wahai Zat yang memberi rasa aman bagi mereka yang takut. Wahai Zat yang memberi petunjuk kepada mereka yang bingung. Wahai Zat yang menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Wahai Zat yang Mahapemurah!

Ya Allah.. jika sekiranya Engkau menuliskan diriku pada buku catatan besar-Mu (termasuk dalam) orang-orang yang tidak beruntung atau celaka, maka hapuskan nama ketidakberuntungan dari diriku. Jika Engkau menuliskan diriku sebagai orang-orang yang berbahagia dan kaya, maka tetapkanlah diriku di dalamnya. Jika Engkau menuliskan diriku di dalam Ummul Kitab sebagai orang-orang terhalang rezekinya, maka hapuskan diriku dari orang-orang yang disempitkan dalam hal memperoleh rezekinya lalu tulislah namaku di sisi-Mu sebagai orang-orang yang kaya dan mendapatkan taufik dalam melakukan kebaikan dan yang luas rezekinya, Sesungguhnya Engkau telah berfirman, “Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”

Ya Tuhanku.. dengan sifat kemuliaan-Mu yang agung pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, yang, ‘‘Pada malam itu dijelaskan segala perkara yang penuh hikmah’’, ditetapkan dan juga dihapuskan, hapuskan dariku segala macam bala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak. Berikanlah ampunan-Mu kepadaku. Engkaulah yang Mahamengetahui atas segala sesuatu. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang Mahagung lagi Mahamulia.

Ya Allah.. berikanlah persatuan dan kesatuan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, khususnya kepada saudara-saudara, saudari-saudari, teman-teman, dan sahabat-sahabat kami di seluruh penjuru dunia, juga di setiap bagian dari kehidupan ini.

Ya Allah.. berikanlah persatuan kepada kami, rekatkanlah kerenggangan yang ada di antara kami, dan kumpulkanlah kami dengan ruh dari sisi-Mu.

Ya Allah.. berikanlah taufik-Mu kepada kami dalam mengerjakan segala yang Engkau sukai dan ridai.

Dan semoga selawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitupula kepada keluarga, dan para Sahabatnya seluruhnya.

patrick-assale-UH2x_pfV4MA-unsplash

Pandemi Global dan Tazkirah dari Allah SWT

Pandemi Global dan Tazkirah dari Allah SWT


Allah SWT adalah pencipta segala sesuatu dan semua produknya. Pada prinsipnya, sebab musabab tidak memiliki pemilik, tetapi Allah-lah Sang Pemilik yang hakiki. Asal muasal terkadang dapat berupa sebab musabab materi. Terkadang doa dan munajat Anda juga dapat menjadi sebab. Akan tetapi, di balik tirai sebab musabab terdapat Sang Pencipta, Allah SWT. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak memenuhi hak dari setiap sebab.

Nabi bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Apabila kalian mendengar wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut.” (HR. al-Bukhari).

Pesan ini tak berbeda dengan prinsip karantina modern. Kemudian ada yang berkata:”Fulan berbuat dosa, kini mereka ketakutan akan virus ini, rasakanlah!”. Kita harus menjauhi pernyataan-pernyataan semacam ini. Jika Anda memerlukan contoh, tidak perlu jauh-jauh ke Cina. Perhatikan saja negeri Anda (Turki), lihatlah kezaliman apa saja yang terjadi di sana. Jika kita mengevaluasinya, sebenarnya kita layak menerima musibah 1000 kali lipatnya. Ketika bala dan musibah datang, yang terdampak tak hanya orang zalim, orang tak bersalah pun kena imbasnya. Jika kita melihat dengan sedikit nurani, kita akan berujar:”Ini semua salah kita”. Untuk itu, mari kita berdoa, bermunajat, dan bertawajuh kepada Allah SWT. Sehingga lewat doa dan taubat kita, semoga Allah berkenan mengangkat bala ini.

Musibah yang terjadi ini teramat mengkhawatirkan dan menakutkan, khususnya bagi orang-orang yang tak mengimani hari akhir. Kepanikan yang sama mungkin muncul juga pada mukmin yang imannya kurang kokoh. Jika mereka diberi sedikit pengingat, mudah-mudahan mereka mau kembali dan mau berdoa:”Ya Allah angkat musibah ini!” sehingga dengannya mereka pun kembali mendekat kepada Allah SWT.

Jangan pesimistis, karena tidak ada gunanya. Itulah yang diharapkan dari rasa takzim kepada Allah SWT. Di satu sisi juga agar kita terluput dari celotehan sia-sia dan menghindari dosa. Kita tak boleh memakai musibah ini sebagai bahan untuk mengutuk dan menyalahkan orang lain. Yang bisa kita lakukan, bahkan kepada orang paling jahat sekalipun, kita serahkan ke Allah: “Ya Rabb, mereka menzalimi dan membuat kami menangis”. “Mereka mengoyak nyawa dan mengatai orang paling lugu ini monster dan teroris”. Jika Engkau tak berkenan untuk melembutkan hati dan memberinya hidayah. Kami serahkan kepadaMu.

Kalian tak pernah tahu betapa sering aku menyalahkan diri ini. Mereka telah meremukkan pekerjaan Anda yang penuh berkah. Mereka menyiramkan air keras kepada generasi yang diberkahi ini. Bila Anda memulainya sebagaimana dahulu, saat jangka dibuka lebih lebar, barangkali Anda akan berseru:”Luar biasa! Hasilnya lebih baik daripada sebelumnya!”.

Kita tak bisa menebaknya. Jika itu terjadi, semuanya berkat izin dan inayat Ilahi. Akan tetapi, kita tak boleh mengklaimnya sebagai prestasi diri. Karena Dialah Sebab Hakiki dari segala sebab. Kita harus menyerahkannya kepada Sang Pemilik. Kita tak boleh lupa diri. Tak boleh juga berkata: “Semua usaha gagal!”. Kita harus bersyukur: “ribuan pujian hanyalah bagiMu” sebagai bentuk tahadduts ni’mah.

david-werbrouck-5GwLlb-_UYk-unsplash

Penjelasan tentang Bagaimana Ketulusan Berhizmet Perlahan Pudar

Penjelasan tentang Bagaimana Ketulusan Berhizmet Perlahan Pudar


Ketulusan & sensitivitas yang amat kuat pada tahun-tahun pertama kita di dalam hizmet perlahan pudar seiring berubahnya status kita dari mahasiswa menjadi pekerja. Idealisme itu perlahan diganti urusan duniawi dan kekhawatiran akan situasi di masa depan. Bagaimana dan apa saja kriteria yang harus diambil agar bisa menjaga keseimbangannya?

Jika rekan-rekan bisa membagi tugasnya dan tetap membela agama Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal itu dan akan selalu menjaga mereka. Yang saya katakan ini bukanlah omong kosong ataupun basa-basi belaka. Bagi orang yang sudah ambil bagian, merasakan, dan melihat tugas dalam hizmet, jika mereka jemu ataupun bosan dalam tugasnya, jika mereka mulai lalai dan lebih condong pada urusan dunianya, jika urusan dunia itu muncul, sebagai misalnya tawaran gaji yang lebih menarik, muncul sebagai tawaran jabatan, muncul sebagai rasa takut, sebagai rasa malas dan nyaman dengan kesantaian. Jika sebelumnya dan hingga sekarang, mereka meyakini dan menjalankan idealisme hizmet, Allah akan menjadi saksi, sekali lagi kami mengingatkan Anda. Wallahi, demi Allah, saya memberi Anda jaminan. Anda tidak akan bisa tersenyum, dunia Anda akan hancur lebur tak keruan.

Dalam 24 jam ini, saya sendiri merasakan hantaman-hantaman dalam pikiran saya, seakan saya baru saja melakukan pembunuhan. Ketika saya sedikit membayangkan pembunuhan tersebut muncul keinginan untuk bersembunyi di dalam gua & sepenuhnya beribadah di sana. Seakan dihantamkan tinju “kamu adalah pengkhianat” ke wajahku. Seakan saya dihujat: “Bagaimana bisa kamu sembunyi di gua!”. Orang yang telah meninggalkan kecintaannya kepada hizmet iman dan Al Quran. Serta orang-orang yang mengejar dunia, mereka tidak akan bisa meraih dunia. Dunia ini penuh tantangan dan tak punya belas kasih. Berdasarkan peringatan dari Allah, larilah kalian sehingga dunia tak bisa menangkapmu. Akan tetapi, kejarlah mereka yang hendak melarikan diri darimu sehingga mereka tidak bisa lepas dari kalian. Mereka yang meninggalkan hizmet, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Mereka yang cenderung kepada dunia mereka akan merintih disebabkan oleh tingkah anak-anaknya, mereka akan merintih disebabkan oleh ujian dari rumah tangganya, mereka akan merintih disebabkan oleh penyakit dan bala yang menimpanya.

Namun, mereka tak akan bisa mendapatkan kembali hari-hari yang telah berlalu. Untuk apa saya menyampaikan poin-poin ini? Saya tidak berpikir bahwasanya  kata-kata saya bisa meyakinkan Anda. Saya juga tidak menuntut supaya Anda menerima penjelasan saya. Namun, saya memiliki pengalaman terkait hal tersebut. Saya pernah menyaksikan seseorang yang karena kesalahan kecilnya terpaksa menerima hantaman musibah ribuan kali lipat. Orang yang telah keluar dari dosa-dosa, terdapat tanda bahwasanya mereka tidak bisa disebut kafir ataupun murtad. Namun, setelah seseorang berhasil meraih puncak keikhlasan jika ia kemudian terperosok ke lembah kesalahan yang amat dalam, terdapat tanda dan indikasi bahwa mereka akan mengalami kehancuran. Mereka yang menemukan jalan kebenaran tetapi berlaku seakan belum menemukannya. Mereka terancam bahaya yaitu kehilangan hidayah yang telah mereka temukan itu. Dia terancam bahaya besar, yaitu oleh Allah dibuat lupa akan diriNya dan Rasulullah. Dari situ,

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ

“Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu” (Q.S. Muhammad : 7).

Jika Anda menolong agama-Nya, maka Dia pun akan menolong Anda, takkan membiarkan kaki Anda tergelincir, serta membusuk oleh kemalasan dan kejenuhan dan semangat Anda berhizmet terus menyala. Mereka yang melarikan diri dari hizmet sebenarnya berlari menuju bencana. Simaklah nasihat Qurani di dalam Masnawi Nur: Jika kamu ingin melarikan diri, maka larilah menuju Allah. Carilah Dia! Ikutilah Dia di setiap tempat, carilah jalan untuk menemukan-Nya.

vinay-tadepalli-GxpxTWRYKho-unsplash

Panggilan Berdoa

Teman-teman yang mulia,

Seperti halnya di seluruh penjuru dunia, di sini pun Pandemi Virus Corona telah menjadi bahan pembahasan penting dalam diskusi. Langkah antisipasi telah diambil semaksimal mungkin. Semua saran para ahli termasuk di dalamnya para dokter telah dipraktikkan.

Sebagai langkah antisipasi, Fethullah Gulen Hojaefendi dalam setiap kesempatan kembali menyampaikan poin-poin berikut:

Teman-teman kita di setiap negara dan wilayah harus menaati dengan seksama semua keputusan terkait pandemi yang disampaikan oleh para ahli. Langkah antisipasi berbeda bisa diterapkan menyesuaikan tingkat keparahan pandemi, faktor geografis, dan struktur masyarakat di wilayah setempat. Untuk itu, menaati keputusan dan himbauan para ahli serta penanggungjawab daerah setempat memiliki urgensi tersendiri.

Secara umum, kita perlu menjauhi tempat di mana orang-orang berkumpul. Jika tidak ada kebutuhan yang sifatnya darurat baik secara individu ataupun masyarakat, maka sudah seharusnya kita tidak keluar rumah.

Di saat kita berlaku sensitif terkait isu ini, mereka yang membutuhkan bantuan Anda tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Agar asas taawun tidak terganggu, apabila terdapat kebutuhan darurat yang perlu dibantu, sebisa mungkin bantuan dilakukan dalam jumlah sekecil mungkin, barangkali tugas tersebut bisa ditunaikan dengan bantuan 2-3 orang. Bantuan tersebut harus dikerjakan dengan menaati arahan dari para ahli dan tenaga kesehatan serta tetap memperhatikan jarak satu sama lain.

Guru kita selain menjelaskan poin-poin tersebut, beliau juga memberi penekanan pada pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT di setiap waktu, betapa banyak pesan dan hikmah yang bisa diambil dari musibah ini, serta bagaimana menyalahkan pihak lain atas terjadinya musibah ini tidak sesuai dengan karakter seorang mukmin. Tugas kita adalah fokus untuk mengevaluasi diri terkait kesalahan yang pernah kita lakukan serta dengan tobat dan istigfar kita kembali bertawajuh kepada Allah SWT.

Beberapa kalimat lain dari beliau yang berhasil kami catat di antaranya sebagai berikut:
1. Betapa jauhnya kita dari Allah SWT. Dia lebih dekat dari urat nadi kita tetapi sayangnya kita menjadi korban dan terhukum disebabkan jauhnya kita dariNya. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِه۪ نَفْسُهُۚ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَر۪يدِ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(QS. Qaf 50:16)

Ya, Dia senantiasa dekat, tetapi sayangnya kita teramat jauh dariNya. Kita harus memperhatikan dan mengevaluasi diri sendiri dari perspektif ini.

2. Adalah benar bahwasanya setiap peristiwa memiliki bahasanya sendiri. Walaupun di dalam kepala kita bergaung pikiran bahwa musibah dan bencana dalam skala besar ini pasti disebabkan kezaliman-kezaliman yang berlangsung dalam skala global, tetapi kita hanya layak menginvestigasi diri kita sendiri. Lebih layak kita menginvestigasi diri betapa banyak tugas yang tak dapat ditunaikan dengan sempurna. Muhasabah yang demikian sesungguhnya lebih dekat dengan jalan kebenaran.

3. Hubungan antara musibah yang terjadi dengan dosa-dosa pasti ada.

 إِنَّ اللهَ لاَ يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ النَّاس أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُون

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS. Yunus 10:44)

Daripada kita mengevaluasi kesalahan orang lain, sudah seharusnya kita menginvestigasi dosa dan kesalahan kita sendiri. Misalnya, barangkali kita kurang meyakinkan dalam memotivasi orang lain untuk berbuat yang makruf. Boleh jadi kita juga memiliki kekurangan dalam merepresentasikan kebaikan dan menyebarluaskan keindahan lainnya. Sementara itu, mereka yang memikirkan kebaikan bagi umat manusia, menerimanya sebagai tujuan hidup, serta menjalankannya dengan penuh keikhlasan adalah kelompok orang yang diberi kabar gembira sebagai penangkal bala, baik musibah dari bumi maupun dari langit.

4. Allah SWT berfirman:

 وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ 
Artinya: Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (QS Al Anfal 8:33)

Guru kita yang mulia sekali lagi ketika membahas poin-poin tersebut bertanya:”Apakah teman-teman kita berdoa?”. Kemudian beliau melanjutkan kalimatnya: ”Dulu kita berkumpul untuk berdoa tetapi sekarang kita sudah tidak bisa lagi berkumpul. Namun, semua teman bisa membaca doa yang berbeda-beda dari kediamannya masing-masing. Mereka misalnya bisa membaca doa berikut:”Wahai Rabb yang memenuhi kebutuhan dan hajat kami! Penuhilah semua kebutuhan kami! Duhai Sultan kami yang melindungi dan memusnahkan segala macam bala, hilangkanlah segala macam bala yang mengancam kami!” Dalam doa ini bisa ditambahkan:”Yaitu Wabah dan Pandemi Virus Corona”. Terdapat banyak sekali doa yang diriwayatkan dari Baginda Nabi. Doa-doa tersebut dapat dibaca setiap saat. Bahkan beberapa doa bisa dibaca oleh satu teman untuk kemudian direkam. Lalu rekaman tersebut diperdengarkan di banyak tempat; Andai rekaman tersebut dapat menjadi media pengingat; Andai di setiap rumah dan di setiap waktu kita ditawajuhkan kepada Allah lewat doa yang dipanjatkan tersebut.”




Kami telah merangkum doa-doa yang disarankan oleh guru kita yang mulia. Kami juga telah meminta satu teman untuk membaca doa tersebut. Bersama ini kami persembahkan doa tersebut baik dalam bentuk tulisan maupun rekaman.

Lewat sarana ini, tentu saja dengan tetap mengambil langkah-langkah antisipasi sebagai bentuk mengikuti sunatullah, sekali lagi kami serukan: marilah memanjatkan doa dan salat hajat demi kebaikan seluruh umat manusia. Semoga Allah SWT Sang Hafiz berkenan menjaga kita semua dari segala macam penyakit jasmani maupun rohani.

***

Do’a Hajat Word :

Doa Hajat (Khususnya Keselamatan dari Corona)

Do’a Hajad PDF :

Doa Hajat (Khususnya Keselamatan dari Corona)

.اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيراً، فَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

.اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَسَنَدِنَا ومَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.  اَللّهُمَّ كَاشِـفَ الْغَمِّ مُفَرِّجَ الْهَمِّ مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ إِذَا دَعَوْكَ رَحْمانَ الدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا فَارْحَمْنِي فِي حَاجَتِي هذِهِ بِقَضَائِهَا وَنَجَاحِهَا رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيّـِكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي، اَللّهُمَّ فَشَفّـِعْهُ فِيَّ

.اَللَّـهُمَّ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَيَا دَافِعَ البَليَّاتِ اِقْضِ حَوَائِجَنَا كُلَّهَا يَا أَرْحَمَ الرَاحِمِين

.(اَللَّـهُمَّ أَجِرْناَ وخَلِّصْنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْوَبَاءِ وَالْبَلاَءِ وَمِنْ سَيِّءِ الْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ (لَا سِيَّمَا فِيرُوسِ كُورُونَا

.بِسْمِ اللهِ، (أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ) مِنْ وَجَعي هٰذَا

.اَللَّـهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ الْبَأْسِ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا اَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، اللهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، اللهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيكَ

اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَبْدَانِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَسْمَاعِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَبْصَارِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي كُلِّ أَعْضَائِنَا وَجَوَارِحِنَا وَلَطَائِفِنَا وَحَوَاسِّنَا الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

Sungguh Maha Besar Allah, dan segala puji hanya bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, dan shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw., begitu pula kepada keluarga dan para sahabat seluruhnya.

Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang maha lembut lagi Maha Pemurah, Maha Suci Allah, Rabb pemilik ‘Arsy yang Maha Agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, aku mengharap rahmatMu, ketetapan hati (untuk meraih) ampunanMu, mendapatkan keberuntungan dengan segala kebaikan dan keselamatan dari segala perbuatan dosa, jangan Engkau biarkan dosa padaku kecuali Engkau mengampuninya, dan jangan Engkau biarkan kegundahan kecuali Engkau membukakannya, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan-kebutuhan yang Engkau ridlai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat yang maha pengasih! Ya Allah, Engkau yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu mengenai sesuatu yang mereka perselisihkan. Tiada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Luhur dan Maha Agung. Tiada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Lembut dan Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan tujuh langit dan Tuhan ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, Tuhan yang menyingkap kesedihan, yang menghilangkan kegalauan, dan yang mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesempitan ketika mereka berdoa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, rahmatilah aku dalam hajatku ini dengan mengabulkannya, dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat selain diri-Mu. Ya Allah, aku memohon dan mengharap kepadaMu, aku menghadapMu dengan wasilah Nabi Kasih sayang, Nabi Muhammad Saw. Ya Muhammad Saw, wahai junjunganku, aku menghadap Rabb-ku dengan menjadikanmu wasilah agar hajatku ini dipenuhi. Ya Allah, jadikanlah Rasulullah sebagai pemberi syafaat bagiku.

Wahai Dzat yang memenuhi segala kebutuhan, penuhilah kebutuhan-kebutuhan kami, Wahai Dzat yang menjaga dari bala bencana, jagalah kami dari berbagai macam bala bencana yang mungkin datang kepada kami, Wahai Dzat yang Maha Pemurah!

Ya Allah, selamatkanlah kami dari wabah, bala, dan segala macam keburukan penyakit, khususnya pernyakit Covid-19 yang sekarang melanda dunia, lindungilah kami!

Bismillah, dengan namaMu ya Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaanMu dari keburukan rasa sakit yang mungkin akan menyakitiku.

Ya Allah, Rabb semua manusia, yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan, tiada penyembuh selain Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit lagi!

Bismillah!.. Bismillah!.. Bismillah!.. Dengan nama Allah, aku membacakan dan meniupkan padamu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu, dari segala macam bahaya yang menyakitkan dirimu, dengan nama Allah aku meruqyahmu, dan Allah-lah yang menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menimpamu.

Ya Allah, berikanlah kesehatan pada tubuh kami, Ya Allah, berikanlah kesehatan pada telinga kami, Ya Allah berikanlah kesehatan pada kedua mata kami, Ya Allah berikanlah kesehatan pada setiap anggota badan dan tubuh kami, lathifah-lathifah kami, dan perasaan kami baik yang zahir maupun batin. Hanya Engkau yang Maha Kuasa atas semua itu, tiada tuhan selain Engkau.

Download Audio



vinay-tadepalli-GxpxTWRYKho-unsplash

Do’a Hizib Imam Nawawi (حزب امام النواوي)

(حزب امام النواوي)
Do’a Hizib Imam Nawawi

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

بِسْمِ اللَّهِ اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ أَقُولُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ بِسْمِ اللَّهِ

Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, seribu “Bismillah” (Dengan nama Allah).

.اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ أَقُولُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ أَلْفِ بِسْمِ اللَّهِ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, sejuta “Bismillah”
(Dengan nama Allah).

اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ اَلله أَكْبَرُ أَقُوْلُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِىْ وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Allah Maha Besar; Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, sejuta ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’. (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah
Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

.بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللَّهِ وَإلَى اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ وَفِى اللَّهِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah; dengan Allah; dari Allah; kepada Allah; atas Allah; dan didalam Allah; serta tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

.بِسْمِ اللَّهِ عَلَى دِيْنِى وَعَلَى نَفْسِى وَعَلَى أَوْلاَدِى, بِسْمِ اللَّهِ عَلَى مَالِى وَعَلَى أَهْلِى. بِسْمِ اللَّهِ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ أَعْطَانِيْهِ رَبِّى

Dengan menyebut nama Allah atas agamaku diriku dan anak-anakku. Dengan menyebut nama Allah atas harta bendaku, dan keluargaku. Dengan menyebut nama Allah atas segala sesuatu yang diberikan Tuhanku kepadaku.

.بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ, وَ رَبِّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ, وَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah, Tuhan Penguasa langit tujuh lapis, Tuhan Penguasa bumi lapis tujuh,
Tuhan Penguasa ‘arasy yang agung.

 (3x)بِسْمِ اللهِ الَّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي اْلأَ رْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan menyebut nama Allah Yang tidak akan berbahaya bersama Nama-Nya sesuatu pun di bumi dan tidak pula di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

.بِسْمِ اللهِ خَيْرِ اْلأَسْمَاءِ فِي اْلأَ رْضِ وَفِى السَّمَاءِ

Dengan menyebut nama Allah, sebaik-baik Asma’ di bumi dan di langit.

بِسْمِ الله أَفْتَتِحُ وَبِهِ أَخْتَتِمُ اللهُ اللهُ اللهُ اللهُ رَبِّى وَلاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً, اللّهُ اللّهُ اللّهُ رَبِّى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ.اللّهُ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ 

Dengan menyebut nama Allah aku memulai, dan Dengan menyebut nama Allah aku mengakhiri. Allah, Allah, Allah, Tuhanku, dan Aku tidak akan menyekutui-Nya dengan apapun. Allah, Allah, Allah, tiada tuhan selain Allah. Allah,Yang Maha Mulia, Maha Agung dan Maha Besar dari apa saja yang aku takuti dan aku khawatiri.

بِكَ اللّهُمّ أَعُوذُبِكَ  مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَ مِنْ شَرِّ غَيْرِى, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ رَبِّى وَذَرَأَ وَبَرَأَ, بِكَ اللّهُمَّ أَخْتَرِزُ مِنْهُمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ َأَعُوذُ مِنْ شُرُورِهِمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ أَدْرَأُ فِى نُحُورِهِمْ, وَاُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيَّ وَأَيْدِيْهِمْ

Dengan-Mu, Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, keburukan selainku, keburukan apa saja yang diciptakan Tuhanku, diadakan dan dijadikan (oleh Allah), Dengan-Mu, Ya Allah, aku memohon perlindungan dari mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku berlindung dari kejahatan mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku menolak  pada leher mereka, aku haturkan di hadapanku, di hadapan mereka.

(3x)بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. al-Ikhlash : 1-4).

وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ يَمِيْنِى وَأَيْمَانِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ شِمَالِى وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ أَمَامِى وَأَمَامَهُمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ خَلْفِى وَمِنْ خَلْفِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ فَوْقِى وَمِنْ فَوْقِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ تَحْتِى وَ مِنْ تَحْتِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مُحِيْطٌ بِى وَبِهِمْ, وَبِمَا أَحَطْنَابِهِ

Dan seperti itu dari arah kananku dan kanan mereka; seperti itu dari arah kiriku dan kiri mereka; seperti itu dari arah depanku dan depan mereka; seperti itu dari arah belakangku dan belakang mereka; seperti itu dari arah atasku dan atas mereka;   seperti itu dari arah bawahku dan bawah mereka. Dan seperti itu yang akrab denganku, dengan mereka, dan dengan apa saja yang aku akrab dengannya.

اللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ لِى وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ الَّذِى لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ, اللّهُمَّ اجْعَلْنِى وَإيَّاهُمْ فِى عِبَادِكَ وَعِيَاذِكَ وَجِوَارِكَ وَأَمَانِكَ وَحِزْبِكَ وَحِرْزِكَ وَكَنَفِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ, وَإِنْسٍ وَجَانٍّ, وَبَاغٍ وَحَاسِدٍ, وَسَبُعٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبىِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu, untukku dan untuk mereka, kebaikan-Mu dengan kebaikan-Mu yang tiada mampu melikinya selain Engkau. Ya Allah! Jadikanlah aku dan mereka masuk dalam golongan hamba-Mu, selalu dalam perlindungan-Mu, tetangga-Mu, keamanan-Mu, golongan-Mu, benteng perlindungan-Mu, naungan perlindungan-Mu, dari semua syetan dan penguasa (zhalim), dari manusia dan jin, dari orang yang durjana dan hasud, binatang buas dan ular serta kalajengking, dan dari kejahatan semua yang melata di bumi yang ubun-ubunnya berada didalam genggaman-Mu. Sesung-guhnya Tuhanku berada di atas jalan yang lurus.

حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوبِيْنَ, حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوقِيْنَ, حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوقِيْنَ, حَسْبِيَ السَّاتِرُ مِنَ الْمَسْتُورِيْنَ, حَسْبِيَ النَّاصِرُ مِنَ الْمَنْصُورِيْنَ, حَسْبِيَ القَاهِرُ مِنَ الْمَقْهُورِيْنَ, حَسْبِيَ الَّذِى هُوَحَسْبِي, حَسْبِيَ مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, حَسْبِيَ اللهُ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ

Cukuplah bagiku ‘Al-Khaliq’ (Tuhan Maha Pen-cipta) sebagai penolongku daripada semua makhluk. Cukuplah bagiku ‘Al-Razzaq’ (TuhanMaha Pemberi rizki) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang diberi rizki. Cukuplah bagiku ‘As-Satir’ (Tuhan Yang Menutupi) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditutupi-Nya. Cukuplah bagiku ‘Al-Nashir’ (Tuhan Penolong) yang menolongku daripada semua makhluk yang diberi pertolongan. Cukuplah bagiku ‘Al-Qahir’ (Tuhan Yang Perkasa) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditaklukkan-Nya. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai penolongku Yang Dia adalah Pencukupku. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai Penolongku Yang Dia senantiasa mencukupiku.  Cukuplah Allah menjadi Penolongku dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Cukuplah Allah menjadi Penolongku dari seluruh makhluk-Nya

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ.

وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالْلاَخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا. وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْءَانِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا.

Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.(QS a-A’raf : 196)

Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.(QS al-Isra’ : 45-56)

.فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung” (QS at-Taubah : 129).

.وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Semoga Allah melimpahkan rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, Nabi yang ‘Ummi’ (buta huruf), beserta keluarga dan para sahabatnya.

Selanjutnya menghembuskan nafas tanpa berludah ke arah kanan tiga kali, arah kiri tiga kali, arah depan tiga kali, arah belakang tiga kali, lalu diteruskan membaca doa wirid berikut ini :

.خَبَأْتُ نَفْسِى فِى خَزَائِنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, أَقْفَالُهَا ثِقَتِى بِاللهِ, مَفَاتِيْحُهَا لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Aku sembunyikan diriku didalam gudang simpanan ‘Bismillaahirrah-maanirrahiim’. Grendel (kuncinya) adalah ‘Kepercayaanku pada Allah’. Kunci pembu-kanya adalah ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah’.

أُدَافِعُ بِكَ اللّهُمَّ عَنْ نَفْسِى مَاأُطِيْقُ وَ مَالاَ أُطِيْقُ, لاَطَاقَةَ لِمَخْلُوقٍ مَعَ قُدْرَةِ الْخَالِقِ, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ, وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Aku melindungi diriku dengan perantaran-Mu, Ya Allah, apa yang aku mampu dan apa yang aku tidak mampu. Tiada kemampuan bagi makhluk berha-dapan dengan kekuasaan Al-Khaliq. Cukuplah Allah sebagai penolongku, tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

.وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muham-mad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik Pelindung.

Download Audio

vinay-tadepalli-GxpxTWRYKho-unsplash

Do’a Hajat (Khususnya Keselamatan dari Corona)

.اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيراً، فَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

.اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَسَنَدِنَا ومَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.  اَللّهُمَّ كَاشِـفَ الْغَمِّ مُفَرِّجَ الْهَمِّ مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ إِذَا دَعَوْكَ رَحْمانَ الدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا فَارْحَمْنِي فِي حَاجَتِي هذِهِ بِقَضَائِهَا وَنَجَاحِهَا رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيّـِكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي، اَللّهُمَّ فَشَفّـِعْهُ فِيَّ

.اَللَّـهُمَّ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَيَا دَافِعَ البَليَّاتِ اِقْضِ حَوَائِجَنَا كُلَّهَا يَا أَرْحَمَ الرَاحِمِين

.(اَللَّـهُمَّ أَجِرْناَ وخَلِّصْنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْوَبَاءِ وَالْبَلاَءِ وَمِنْ سَيِّءِ الْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ (لَا سِيَّمَا فِيرُوسِ كُورُونَا

.بِسْمِ اللهِ، (أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ) مِنْ وَجَعي هٰذَا

.اَللَّـهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ الْبَأْسِ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا اَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، اللهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، اللهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيكَ

اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَبْدَانِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَسْمَاعِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي اَبْصَارِنَا، اَللَّـهُمَّ عَافِنَا فِي كُلِّ أَعْضَائِنَا وَجَوَارِحِنَا وَلَطَائِفِنَا وَحَوَاسِّنَا الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

 

Sungguh Maha Besar Allah, dan segala puji hanya bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, dan shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw., begitu pula kepada keluarga dan para sahabat seluruhnya.

Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang maha lembut lagi Maha Pemurah, Maha Suci Allah, Rabb pemilik ‘Arsy yang Maha Agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, aku mengharap rahmatMu, ketetapan hati (untuk meraih) ampunanMu, mendapatkan keberuntungan dengan segala kebaikan dan keselamatan dari segala perbuatan dosa, jangan Engkau biarkan dosa padaku kecuali Engkau mengampuninya, dan jangan Engkau biarkan kegundahan kecuali Engkau membukakannya, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan-kebutuhan yang Engkau ridlai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat yang maha pengasih! Ya Allah, Engkau yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu mengenai sesuatu yang mereka perselisihkan. Tiada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Luhur dan Maha Agung. Tiada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Lembut dan Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan tujuh langit dan Tuhan ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, Tuhan yang menyingkap kesedihan, yang menghilangkan kegalauan, dan yang mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesempitan ketika mereka berdoa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, rahmatilah aku dalam hajatku ini dengan mengabulkannya, dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat selain diri-Mu. Ya Allah, aku memohon dan mengharap kepadaMu, aku menghadapMu dengan wasilah Nabi Kasih sayang, Nabi Muhammad Saw. Ya Muhammad Saw, wahai junjunganku, aku menghadap Rabb-ku dengan menjadikanmu wasilah agar hajatku ini dipenuhi. Ya Allah, jadikanlah Rasulullah sebagai pemberi syafaat bagiku.

Wahai Dzat yang memenuhi segala kebutuhan, penuhilah kebutuhan-kebutuhan kami, Wahai Dzat yang menjaga dari bala bencana, jagalah kami dari berbagai macam bala bencana yang mungkin datang kepada kami, Wahai Dzat yang Maha Pemurah!

Ya Allah, selamatkanlah kami dari wabah, bala, dan segala macam keburukan penyakit, khususnya pernyakit Covid-19 yang sekarang melanda dunia, lindungilah kami!

Bismillah, dengan namaMu ya Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaanMu dari keburukan rasa sakit yang mungkin akan menyakitiku.

Ya Allah, Rabb semua manusia, yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan, tiada penyembuh selain Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit lagi!

Bismillah!.. Bismillah!.. Bismillah!.. Dengan nama Allah, aku membacakan dan meniupkan padamu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu, dari segala macam bahaya yang menyakitkan dirimu, dengan nama Allah aku meruqyahmu, dan Allah-lah yang menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menimpamu.

Ya Allah, berikanlah kesehatan pada tubuh kami, Ya Allah, berikanlah kesehatan pada telinga kami, Ya Allah berikanlah kesehatan pada kedua mata kami, Ya Allah berikanlah kesehatan pada setiap anggota badan dan tubuh kami, lathifah-lathifah kami, dan perasaan kami baik yang zahir maupun batin. Hanya Engkau yang Maha Kuasa atas semua itu, tiada tuhan selain Engkau.

 

Download Audio