Mengembangkandiri.com wooden-hut-7884975_1920

DUNIA ADALAH TEMPAT UJIAN

Manusia selalu diuji setiap saat, dan dengan ujian tersebut manusia bisa menjadi mulia atau hina. ini menunjukkan bahwa kehidupan di dunia adalah tempat ujian, bukan tempat untuk mencari imbalan semata. Namun, pada kenyataannya, kita juga mendapatkan ganjaran dan manfaat di dunia ini, seperti lahirnya kita sebagai manusia, beragama Islam, menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ, mengenal Al-Qur’an dan melihat alam semesta berdasarkan petunjuknya.

Dalam kehidupan ini, ujian yang kita hadapi sesuai dengan tingkat keimanan kita kepada Allah ﷻ dan keluhuran hati kita. Seperti Nabi Muhammad ﷺ yang diuji dengan ujian yang sangat berat, tetapi Ia tidak pernah gentar dengan ujian tersebut. Ia selalu teguh dalam tugas, kokoh dalam pendirian, dan yakin dalam penghambaan.

Kita harus mengingat bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat berkhidmah, bukan tempat untuk mencari imbalan semata. Seperti Ustadz ucapkan bahwa jika kita ingin menikmati kenikmatan, kelezatan, dan kesenangan, maka harus berada dalam lingkupan dan ketentuan yang dibolehkan oleh Al-Qur’an. Sebagai seorang muslim, kita harus menjalankan tabligh dan tamsil yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Jika kita benar-benar beriman kepada Allah ﷻ, maka kita tidak perlu merasa lemah atau khawatir menghadapi ujian. Kebenaran selalu menang, dan tidak ada satupun yang bisa mengalahkannya.

“Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.” (Q.S An – Naml : 70)

Firman Allah ﷻ telah menjelaskan bahwa janganlah kita bersedih hati, karena Allah ﷻ selalu membersamai kita dan memberikan kekuatan yang tak tertandingi.

Dalam menjalani kehidupan ini, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan menjalankan tugas dengan penuh penghambaan kepada Allah ﷻ. Kita harus teguh dalam pendirian dan tidak gentar menghadapi masalah dan musibah. Kita harus mengingat bahwa kebenaran itu tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari kebenaran. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha untuk hidup dalam kebenaran dan menjalankan segala tugas dengan sepenuh hati, serta yakin dalam penghambaan kepada Allah ﷻ.

calin-stan-7a_PHX91su8-unsplash

Memahamai Hakikat Karakteristik Kehidupan Dunia

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, seharusnya setiap manusia tahu dan paham akan karakter kehidupan di dunia  yang sedang ia  jalani. Sehingga dalam menjalani alur kehidupanya, ia merasakan arti disetiap detiknya. Oleh karena itu penting bagi setiap manusia untukmengetahui hakikat hidupnya di dunia ini yang bersifat sementara.

Di dalam kehidupan dunia ini, kita terkadang mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi tak jarang juga mendapatkan kesulitan, tetapi dari sini kita pahami bahwasanya hakikat dunia adalah ujian, yang kadang kali kita menemukan yang mudah dan ada juga yang sulit yang mungkin banyak membutuhkan perjuangan dalam menjawabnya, ketika kita tahu karakteristik dunia maka kita  tidak akan banyak keluh kesah  melainkan yang  ada lebih banyak  belajar memahaminya.

Ibnu Athoillah assakandari seorang tokoh sufi di dalam kitabnya al hikam ketika mensifati dunia beliau mengatakan :

لا تَسْتَغْرِبْ وُقوعَ الأَكْدارِ ما دُمْتَ في هذهِ الدّارِ. فإنَّها ما أَبْرَزَتْ إلّا ما هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِها وَواجِبُ نَعْتِها

 “Jangan engkau merasa heran atas terjadinya kesulitan selama engkau berada di dunia ini. Sebab memang begitulah yang patut terjadi dan yang menjadi karakter asli dunia.”

Hakikat dunia memang begitu adanya, karena memang kehidupan di dunia yang bersifat fana’ atau sementara merupakan bentuk ruang ujian yang penuh dengan persoalan – persoalanya yang harus dijawab dan diselesaikan dengan memulainya  dengan selalu mencoba menjawabnya lalu belajar memahami persoalanya sehingga dapat terjawab dengan baik, maka dari sini tak heran banyak ulama’ kita yang mengatakan bahwasanya dunia merupakan tempat berjuang bukan tempat rohah atau istirahat untuk berleha- leha saja, karena sejatinya waktu istirahat semuanya hanyalah  di akhirat, diibaratkan bahwasanya seorang mukmin ketika ia hidup di dunia sejatinya ia sedang menanam sebuah tanaman yang mana ia harus menjaganya dengan baik sehingga ia akan dapat memanenya dengan hasil yang baik di akhirat kelak.

Hal ini juga senada apa yang dikatakan oleh Ja’far Asshadiq yang mengatakan : “Siapa yang meminta sesuatu yang tidak diberikan oleh Allah, sama dengan melelahkan dirinya sendiri.” Ketika ditanya meminta apa itu? Ja’far Asshaddiq menjawab, “Kesenangan di dunia.”

Dengan pahamnya kita hakikat atau karakteristik dari kehidupan dunia ini , maka dikit sedikit kita akan biasa membangun rasa terus belajar dan bersyukur dengan tidak mengeluh apa yang kita nilai memiliki  kesulitan , keresahan  apa yang ada di dunia ini kelak akan menjadi nilai plus di dalam kehidupan akhirat, dan perlu diketahui juga bahwasanya para nabi merupakan manusia yang paling  berat cobaanya supaya kita bisa mengambil  suri tauladanya lewat kesabaran mereka dalam berjuang untuk menanamkan nilai – nilai kebaikan untuk   menegakkan hal yang benar.

Artikel merupakan karya kiriman dari Sdr. Ashari Asrawi.