mengembangkandiri.com (14)

ARTI KEHIDUPAN

Ditulis oleh: Muhammad Fethullah Gulen

Pertanyaan: Apakah segala kesulitan di dalam hidup ini akan bertahan lama?

Jawaban: Dari pertanyaan ini tergantung pada tujuan kita hidup di dunia ini. Kenyataannya, memahami tujuan dari hidup ini membutuhkan sebuah proses yang lama dan mendalam. Kita akan dapat merasakan kegaibannya ketika kita benar-benar mampu memikirkan tentang keberadaan kita di dunia ini serta perasaan kita akan kemanusiaan. Oleh karena itu, konsep kita akan sebuah kehidupan akan perlahan-lahan berkembang di sepanjang hidup kita.

Tujuan dari penciptaan kita adalah jelas: untuk meraih tujuan-tujuan pengetahuan akan iman serta sisi kerohanian kita yang terbesar; untuk memikirkan rasa kemanusiaan dan juga keagungan Allah di atas bumi ini dan dengan hal tersebut, nilai diri kita sebagai umat manusia akan terbukti. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka dibutuhkan sebuah pemikiran serta tindakan yang sistematis. Pemikiran akan mendorong adanya sebuah tindakan dan dengan jalan itu, dimulailah sebuah ‘keberhasilan siklus.’ Siklus ini akan menghasilkan lebih banyak siklus lagi yang lebih kompleks, yang terbangkitkan di antara nilai spiritual di dalam hati dan pengetahuan yang ada di dalam otak, dan dengan demikian, berkembanglah gagasan-gagasan yang lebih kompleks dan juga mampu menghasilkan rancangan-rancangan yang lebih beraspirasi.

Menjalankan sebuah proses seperti itu membutuhkan iman, kesadaran, serta pemahaman yang kuat. Orang-orang dengan karakter seperti ini mampu merasakan dan menganalisa gaya hidup yang gegabah dari orang lain. Orang-orang seperti itu akan mencerminkan apa yang mereka percayai sebagai sesuatu yang benar dan kemudian mereka menerapkannya di dalam segala tindakan mereka sehingga dengan demikian, mereka akan tetap dapat memperdalam pemikiran mereka serta mampu mendapatkan gagasan-gagasan yang baru. Mereka percaya bahwa hanya mereka yang mampu berpikir secara mendalam, yang produktif, yang mampu menahan rasa sakit serta penderitaan yang alamilah yang mampu membuat iman mereka menjadi lebih kuat dan lebih dapat bertahan lama.

Mereka mampu menghidupkan sebuah kehidupan yang penuh dengan pemikiran dengan cara mengamati setiap penciptaan yang terjadi pada setiap harinya, dan terkadang mereka mampu ‘membacanya’ seperti sebuah buku ataupun ‘menyulam’ pikiran-pikiran mereka dengan kebijaksanaan yang telah mereka dapatkan. Mereka melihat adanya tujuan dari penciptaan kita sebagai sesuatu yang sangat penting dengan mempercayai bahwa alam semesta ini diciptakan agar dapat di‘baca’ dan dipahami.

Keberadaan alam semesta itu sendiri merupakan sebuah kedermawanan yang dapat membimbing kita menuju ke sebuah jalan untuk mendapatkan kebajikan-kebajikan yang berlimpah. Kita seharusnya menghargai nilai-nilai yang terkandung di dalam rahmat-rahmat yang terberkati seperti ini. Kita harus dapat menjalankan serta memanfaatkan rahmat-rahmat tersebut dengan sebaik-baiknya karena kita telah diciptakan dengan penuh keberkahan yang luar biasa bersama dengan seluruh ciptaan Allah yang ada di alam semesta ini.

Agar dapat mencapai tujuan ini, kita harus mengerahkan segala daya upaya kita. Sebuah suara dapat terlihat dan sebuah nilai dapat terhubung hanya karena Allah Yang Maha Kuasa. Allah mampu mengembangkan segala kemampuan serta keahlian kita menuju jangkauan yang terjauh, dan dengan begitu, kita akan mampu membuktikan kemampuan diri kita sendiri sebagai makhluk yang berkeinginan kuat. Tugas kita adalah untuk memikirkan tempat, segala tanggung jawab, serta hubungan kita di kehidupan ini dengan alam semesta yang begitu luas ini. Kita seharusnya mampu menggunakan pemikiran batin kita untuk dapat menjelajahi sisi-sisi yang tersembunyi dari adanya penciptaan tersebut. Apabila kita dapat melakukan hal itu, kita akan mulai dapat merasakan sebuah perasaan yang lebih mendalam akan diri kita sendiri, sehingga kita akan mampu melihat segala sesuatu itu dengan kacamata yang berbeda, yang biasanya terjadi tidak seperti apa yang kita lihat, dan kita juga akan mampu menyadari bahwa ‘mereka’ sedang berusaha menyampaikan sesuatu kepada kita.

Aku percaya bahwa hal inilah yang merupakan tujuan yang sebenarnya dari hidup itu. Kita adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di alam semesta ini. Sesungguhnya, kita lebih seperti jiwa dan inti sari dari mana sebagian dari alam semesta ini berkembang. Dengan hal ini, kita seharusnya selalu bercermin dan mengamati alam semesta ini sehingga kita mungkin akan menyadari dan mampu memenuhi tujuan penciptaan kita. Tugas kita adalah untuk mencari wawasan dan firasat yang dapat menggembirakan hati dan jiwa kita, dan hanya jalan kehidupan inilah yang dapat menggerakkan kita untuk dapat mengatasi segala usaha yang mungkin akan mengalami kegagalan dari keseluruhan kehidupan yang materialistis dan terkadang menyakitkan ini.

Apa yang membuat penderitaan menjadi sesuatu yang berharga di dalam hidup ialah kegembiraan yang kita rasakan ketika kita tetap berjalan di sepanjang jalan ini dan mendapatkan berkah. Mereka yang tetap berjalan di jalan ini seringkali diberkahi kegembiraan dengan berbagai macam kecakapan. Mereka lalu akan berlari dengan begitu antusiasnya seperti sebuah arus sungai yang mengalir deras menuju ke laut, demi meraih tujuan akhir mereka.

Seringkali kita tidak percaya bahwa kebahagiaan itu datangnya dari sumber-sumber luar yang tidak akan pernah sama. Kebahagiaan yang sejati itu datangnya dari batin yang terdalam, tergantung pada seberapa dekat hubungan kita dengan Allah, yang dapat berubah menjadi kehidupan yang kekal di surga..ya, hal inilah yang membuat kita merasa begitu bahagia. Dunia batin kita itu merupakan sebuah area kecakapan akan Ketuhanan dan hal yang harus kita sadari ialah bahwa diri kita ini adalah pengikut dari kecakapan-kecakapan tersebut. Ketika kita berharap dan menunggu di sepanjang hidup kita demi secercah harapan, maka jiwa kita akan ‘bernyanyi’ dalam kebahagiaan yang mutlak:

Hati kami adalah singgasanaMu, ya Allah! Datanglah ke hati kami, ya Rabbi!

Generasi kita membutuhkan banyak bimbingan untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana kita dapat meraih iman, pemikiran, proses, serta kebahagiaan seperti itu. Bimbingan mereka akan memberikan jalan kepada para pemuda kita untuk dapat menikmati masa muda mereka serta hidup di jalan yang benar. Mereka akan mengalami keberadaan dan ketiadaan sama halnya ketika mereka merasakan keabadiaan di dalam jiwa mereka; mereka akan mampu menyadari bahwa mereka akan dapat melakukan hal yang lebih daripada yang mereka pikirkan hanya dalam hitungan detik saja. Mereka akan dapat melihat kehidupan setelah mati yang terpancar di dalam segala hal dan dengan jalan itu, mereka akan menyaksikan sendiri kehidupan yang tanpa akhir; mereka akan menemukan bahwa kehidupan itu benar-benar berharga; mereka akan melihat bahwa seluruh proses penciptaan akan tumbuh dan bertahan di dalam jiwa mereka; dan mereka akan berkelana melalui berbagai dimensi jiwa mereka seakan-akan mereka sedang menjelajahi galaksi-galaksi sembari mengamati adanya ketidak terbatasan di dalam dimensi-dimensi yang telah mereka capai selama mereka berada di dalam kehidupan yang fana ini.

papaioannou-kostas-tysecUm5HJA-unsplash

Ciri-ciri Generasi Muda Yang Dinanti-nanti

Ciri-ciri Generasi Muda Yang Dinanti-nanti


Dan sekarang pertanyaan dari Anda,

Yang pertama: Ustadz yang mulia, pada beberapa kesempatan anda berkata, “semoga jalan dakwah ini menjadi takdir hidup kalian”. Apa saja nasihat Anda agar kami bisa sampai ke puncak yang ideal dan tetap terikat dalam Hizmet ini? Secara kebetulan sama seperti kemarin, saya telah menjelaskan sifat-sifat anak muda sebagai catatan awal. Sekarang akan saya bahas mengenai sifat-sifat kesatria muda sebagaimana yang diinginkan.

Apa yang kita harapkan dari para pemuda? Ketika saya mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka mereka bertanya lagi, bisakah Anda menjelaskan sifat generasi muda seperti yang dinanti-nanti. Juga dengan persoalan hari ini; dakwah ini harus menjadi takdir kalian. Seseorang haruslah mencintai sesuatu yang mulia, dan tidak boleh terpengaruh oleh hal-hal yang murah, harga diri seseorang bukan bernilai dengan ijazahnya, jabatannya dan tempat dia bernaung. Harga diri seseorang bukanlah bernilai karena menjadi anggota dewan, perdana menteri maupun seorang presiden. Bila takdir membuatku jadi presiden hanya karena nilai diri, sungguh aku akan marah terhadap diri ini dan berkata: “Ya Allah kenapa Engkau menciptakanku tidak beruntung seperti ini”. Aku ke Hammam (pemandian air panas) pada musim panas, malah udara jadi dingin. Memangnya ada yang mau jadi presiden? Biarkan hancur rata dengan tanah. Yang aku inginkan dari Engkau adalah Engkau (Allah) yaitu menjelaskan tentang-Mu hingga nafasku terputus-putus, Aku ingin jadi lidah-Mu, kalau tidak maka biarkanlah lidahku yang putus. Aku ingin di mana-mana itu melihat-Mu, kalaupun tidak bisa, ambillah mataku ini supaya aku tidak akan melihat hal yang haram ketika masih muda. Aku ingin mendengar-Mu, bila tidak maka tulikanlah saja telingaku ini. Aku ingin bernafas di sisi-Mu, kalau tidak biarkanlah saja nafasku ini terhenti.

Bisakah aku sampaikan ini dengan jelas? Insan dakwah bukanlah orang yang sekedar makan minum dan tidur. Insan dakwah bukanlah orang yang hidup terikat dengan kebutuhannya saja. Insan dakwah adalah orang yang telah melupakan nikmat kehidupan dan gila memberikan kehidupan bagi yang lain. Insan dakwah itu seperti Majnun, tanpa mencari Laila ia tidak bermakna. Dan juga seperti Farhat yang tiap hari melubangi gunung yang berbeda untuk mencari jalan bertemu Syirin. Seperti Emrah yang rela terbakar seperti serpihan api demi Aslı. Itulah insan dakwah.

“Apa saja nasihat Anda agar bisa ke puncak yang ideal dan tetap terikat dalam Hizmet ini?” Beberapa generasi sebelumnya menjadi harapan bagi kita untuk mencapai kualitas yang bagus dan menjadi teladan buat generasi yang kita tunggu. Saya berharap meraka menjadi contoh yang baik. Dan Insya Allah semoga kalian berada di jalan seperti itu. Saya rasa saya telah menjelaskan hal yang semestinya saya jelaskan. Apakah saya melakukan sebuah kesalahan bapak doktor? Kalau tidak, saya rasa saya sudah menyampaikan hal-hal yang mungkin saja belum saya sampaikan sebelumnya.

Kalau ada penjelasan yang bertentangan, sungguh hanya Allah yang mengetahui semua yang nampak dan rahasia, Semoga Allah juga mengampuni dosa-dosaku.. Kumemohon pada-Mu ya Rabb, kuberharap pada-Mu ya Rabb, kabulkanlah, tidak ada yang kurang dariMu ketika Kau memberi. Semoga Allah isikan hati kami ini dengan iman, dan kenyangkan kami dengan iman. Bangkitkanlah kami sekali lagi, hilangkanlah kehinaan, sehingga membuat kami mencapai mimpi kami yang ingin memiliki peran cukup besar di dunia. Kumemohon pada-Mu ya Rabb, kuberharap pada-Mu ya Rabb, kabulkanlah, tidak ada yang kurang dari-Mu ketika Kau memberi. Wahai Tuhanku, buatlah diri kami menjadi lupa terhadap nafsu kami, dan tingkatkanlah derajat hati dan jiwa kami, dan jadikanlah nafas kami seperti nafasnya para malaikat. Engkau memberikan kami semangat untuk berlari di Jalan-Mu ibarat Kuda, jadikan kami tidak merasa kelelahan hingga jantung berhenti berdetak sekalipun.

Kumemohon padaMu ya Rabb, kuberharap padaMu ya Rabb, kabulkanlah, tidak ada yang kurang dariMu ketika Kau memberi. Dan jika saja yang aku ucapkan ini merupakan ucapan yang berisi kesombongan maka ampunilah dosaku. Terimalah doa kami ini sebagaimana engkau menerima doa-doa sebelumnya. Ini adalah generasi harapanku yang terakhir. Jika generasi ini tidak melakukan apa yang mesti dilakukan sekarang, maka kita pun harus menunggu setengah abad lagi, 50 tahun. Maka umur saya dan sebagian besar kita tidak akan cukup untuk itu