mengembangkandiri.com decorative-moon-and-stars-on-color-background-spa-2021-09-02-15-10-21-utc

Telah Tiba! Hari yang Lebih Baik dari Seribu Hari!

“Hari yang lebih baik dari seribu hari telah tiba!” 

Menyebutnya sebagai ‘hari yang lebih baik dari seribu hari’ saja rasanya kurang. Karena saat kita memasuki musim tersebut, di dalamnya terdapat malam dan hari-hari yang nilainya setara dengan seribu, sepuluh ribu, bahkan sepuluh ribu hari.

Hari-hari tersebut adalah hari-hari di tiga bulan suci dan kita telah dekat dengannya. Di tahun 2022 ini, hari pertama di bulan Rajab jatuh pada hari Kamis, tanggal 3 Februari 2022.

Semoga Allah SWT menganugerahi kita kemampuan untuk menyucikan, memuliakan, dan memenuhi hak-hak bulan suci tersebut, khususnya hak dari bulan Ramadhan.

Lalu mengapa tulisan ini diterbitkan hari ini?

Kami menginginkan agar hari-hari dan malam-malam yang keutamaannya setara dengan seluruh umur kita ini tidak tenggelam oleh hiruk pikuk kesibukan agenda-agenda harian.

Mari kita menyambut datangnya tiga bulan suci ini layaknya kita menyambut hari raya!

Mari kita menghidupkannya seakan ia adalah rahasia untuk meraih kemenangan!

Mari kita menganggap tiga bulan suci ini seakan ia adalah tiga bulan suci kita yang terakhir!

Sebagaimana yang Anda ketahui, kita sangat membutuhkan hadiah dan anugerah-anugerah kejutan dari Allah SWT. Kita menantikan kejutan tersebut dengan penuh hasrat dan gairah. Kita juga menginginkan pertolongan dan perlindungan yang luar biasa dariNya.

Demikianlah, tetapi segala sesuatu ada harganya. Hadiah dan anugerah istimewa dari Sang Rabb menginginkan ibadah dan usaha keras dari si hamba.

Dan kesempatan tersebut datang tepat di hadapan kita.

Bukankah kita seharusnya mengarungi bulan-bulan yang seperti samudera kesempatan ini tidak dengan kelalaian, melainkan dengan penuh persiapan, terencana, dan terprogram?

Jangankan kita kaum muslim akhir zaman yang penuh dengan kesalahan, sultannya umat manusia SAW saja menunggu datangnya bulan-bulan suci ini dengan penuh harapan. Agar bisa menemui tiga bulan suci ini, beliau berdoa:

“Ya Allah berkahilah kami dengan bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan! (Musnad 1:259)

Karena sampai ke tiga bulan suci ini dengan menghidupkannya, sampai ke bulan ramadhan dan memuliakannya dengan ibadah, merupakan anugerah luar biasa baik bagi Baginda Nabi maupun bagi umatnya.

Tantangan tokoh-tokoh besar juga besar. Baginda Nabi di setiap waktunya senantiasa memikirkan kebahagiaan dunia dan akhirat umatnya yang akan datang. Beliau juga memikirkan masalah-masalah yang menimpa seluruh umat manusia. Beliau berusaha keras dan berdoa demi turunnya hidayah bagi mereka.

Jembatan Kesempatan

Demikianlah Baginda Nabi SAW, sosok yang memiliki kredit agung serta wibawa mulia di sisi Allah SWT telah menganggap tiga bulan suci serta bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan di atas kesempatan. Beliau memusatkan konsentrasinya untuk beribadah dan berdoa di bulan ini.

Para sahabat dan kekasih-kekasih Allah yang meneladaninya juga melakukan hal serupa. Salah satunya adalah Bediuzzaman Said Nursi. Dalam suratnya kepada murid-muridnya, walaupun hidup di bawah siksaan berat ketika tinggal di Penjara Afyon selama 20 bulan, beliau memberikan kabar gembira yang dibawa oleh tiga bulan suci ini:

Lima hari lagi bulan-bulan yang penuh pahala ibadah dan penuh keberkahan yaitu  tiga bulan suci akan tiba. Jika ganjaran setiap kebaikan di luar waktu tesebut hanya bernilai sepuluh, di bulan Rajab nilainya mulai dari  seratus, di bulan Syaban nilainya mulai dari tiga ratus, sedangkan di bulan Ramadhan yang penuh  berkah nilainya mulai dari seribu. Ganjaran di malam-malam jumatnya dimulai dari seribu, sedangkan di malam lailatul qadar bisa mencapai 30.000 kali lipat.

Pasar suci dimana terjadi perdagangan ukhrawi yang memberikan keuntungan berupa banyak faedah-faedah ukhrawi;  serta masyhar atau perkumpulan sempurna bagi ahli hakikat dan ahli ibadah; melewati waktu di madrasah Yusufiyah yang mana satu kebaikan diberi 10 ganjaran ditambah adanya garansi kepada ahli iman berupa ganjaran sepanjang umur sebanyak 80 tahun untuk ibadah  yang dilakukan di dalam tiga bulan ini; tentu saja hal tersebut adalah keuntungan yang amat besar. Seberapa pun besar kesusahan di dalamnya, ia tetaplah bulan rahmat (Sinar ke-14).

Ya Allah! Dapatkah Anda cermati sudut pandang tersebut! Walaupun kondisi beliau sangat kurus, sangat tua, dan sangat sensitif, beliau bertahan dengan ibadah dan doa dalam menghadapi cuaca dingin dan penyakit bertubi-tubi. Tak cukup dengannya, beliau juga diracun. Pahlawan ibadah yang bersabar ini telah menganggap segala macam kesusahan sebagai rahmat, tidak mengeluh, dan tidak mencari-cari alasan. Malahan menyambutnya seakan yang akan datang adalah hari raya!

Karena tiga bulan suci merupakan rantai yang merangkai kesempatan-kesempatan besar seperti itu, ketika ia dihidupkan di bawah kondisi penjara yang amat berat, maka ganjaran dan pahala yang dianugerahkan Allah SWT sepuluh kali lipat lebih banyak.

Dari kabar gembira yang diberikan oleh Ustaz tersebut dapat kita pahami bahwasanya tiga bulan suci, khususnya bulan Ramadhan, setiap hari-harinya, apalagi malam Ragaib, malam Mikraj, malam Nisfu Syaban, dan malam Lailatul Qadar merupakan jembatan kesempatan yang memfasilitasi diraihnya ribuan, sepuluh ribu, dua puluh ribu, bahkan tiga puluh ribu  ganjaran.

Angka-angka ini bukanlah kinayah, melainkan hakikat. Pahala-pahala melimpah dan ganjaran-ganjaran berkali lipat di bulan-bulan suci ini seperti buah jagung yang penuh berkah dimana ia menghasilkan banyak biji atau mengingatkan kita pada promosi toko dimana mereka memberi hadiah tambahan bagi konsumen yang membeli salah satu produk yang dijualnya.

Kita yang memberikan perhatian berlebih kepada promosi-promosi sementara yang ada di dunia, bukankah kita seharusnya memberikan perhatian lebih lagi pada hari-hari dan malam-malam penuh berkah yang menjadi sarana bagi diraihnya rida Ilahi serta dihadiahkannya istana-istana surga yang abadi.

Malam Jumat Pertama di Bulan Rajab

Mari kita mulai menghidupkan tiga bulan suci ini dengan malam jumat pertama di bulan rajab. Setiap ibadah yang dilakukan di malam ini akan ditulis dengan ganjaran pahala lebih banyak seratus kali lipat.

Dalam istilah arab, istilah ini dimaknai sebagai malam yang sangat diinginkan, diharapkan, nilainya agung, anugerahnya melimpah.

Malam ini kemuliaannya ibarat kemuliaan malam saat ditanamkannya benih janin dari Nabi Muhammad di rahim ibundanya yang mana ia menjadi sebab bagi datangnya Rasulullah ke alam dunia ini.

Perhatikanlah!

Doa-doa di malam ini akan dikabulkan. Dalam sabda nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ra dan Abu Umamah ra, beliau menyebutkan terdapat lima malam dimana doa-doa tidak ditolak:

Ada lima malam dimana doa-doa yang dipanjatkan di malam tersebut tidak ditolak. Doa-doa tersebut akan dikabulkan: malam pertama di bulan Rajab, malam ke-15 di bulan Sya’ban, malam jumat, malam Idul Fitri, serta malam Idul Adha. (Lihat Jalaluddin as Suyuti, Jami’us Saghir, 3/454)

Mari kita manfaatkan kesempatan ini. Mari isi agenda kita dengan program-program untuk mengisi hari-hari dan malam-malam istimewa di dalam tiga bulan suci ini. Mari kita informasikan kesempatan ini kepada keluarga dan lingkungan kita dengan memanfaatkan segala macam sarana dan media sosial. Mari kita motivasi mereka untuk bersemangat dalam meraih keistimewaan-keistimewaan di dalamnya.

Bagaimana Menghidupkan Malam Jumat Pertama di bulan Rajab

Kita sebisa mungkin menghidupkan malam penuh berkah ini dengan doa dan ibadah hingga pagi tiba. Sayangnya di tengah-tengah usaha untuk menghidupkan malam mulia ini, setan dan nafsu akan mendorong mata kita untuk lekas mengantuk. Untuk itu, yang terbaik adalah menghidupkan malam ini di dalam majelis zikir ataupun dalam program yang dikelola bersama oleh masjid. Jika tidak memungkinkan, bisa juga dengan berkumpul di salah satu rumah anggota keluarga ataupun anggota masyarakat yang dirasa memungkinkan. Jika memungkinkan, kita usahakan programnya berlanjut hingga waktu sahur tiba. Dengan teh dan kopi kita coba usir rasa kantuk. Bisa juga menggunakan air dingin ketika memperbaharui wudu kita sehingga diri ini tetap terjaga.

Kita harus merencanakan program untuk menghidupkannya sedari sekarang. Pertama-tama, kita harus menjelaskan urgensi acara ini kepada mereka yang akan hadir. Kita juga harus mengumumkan rangkaian kegiatan apa saja yang akan dijalankan di dalam program. Bahkan kita juga harus memotivasi dan mengingatkan teman-teman yang bertugas memberi pengumuman kepada rekan-rekan lainnya. Kita jangan sampai menyia-nyiakan malam mulia ini dengan kesibukan jalan-jalan, bertamu, dan mengobrol kesana-kemari. Waktu mulia ini hanya akan kita isi dengan taubat, istigfar, salawat, salat, membaca al Quran, doa, zikir, dan wirid.

Ketika menghidupkan malam mulia ini, tidak cukup dengan orang tua, anak-anak dan remaja juga harus dilibatkan. Isi program tidak hanya diperhatikan dari susunan ibadah dan doa-doa yang akan dipanjatkan saja, melainkan jamuan-jamuannya juga perlu dibuat lebih istimewa. Jamuan-jamuannya juga perlu dibuat lebih menarik hati para pesertanya. Untuk menyiapkan hal tersebut, di siang ataupun sore harinya kita perlu berbelanja segala macam persiapannya. Malam penuh berkah ini harus kita sambut layaknya malam hari raya.

Ya, kita harus menangis dan merintih karena kita adalah pendosa, karena ada banyak saudara-saudara kita yang merintih karena ditindas. Akan tetapi, kalbu kita harus penuh dengan kebahagiaan, karena setiap doa akan dikabulkan, setiap taubat akan diterima di malam ini, insya Allah.

Mungkin beberapa orang tidak bisa menghidupkan malam ini semalam suntuk karena ada aktivitas kerja dan sekolah di keesokan hari. Jika memungkinkan, ia bisa mengambil izin atau cuti. Jika tidak, mungkin ia perlu berusaha menyedikitkan tidurnya di malam itu.

Bukankah kita pun terkadang begadang untuk memenuhi kebutuhan duniawi kita?

Apakah kita sebelumnya belum pernah begadang menjaga rekan atau anggota keluarga kita yang sedang sakit?

Apakah sebelumnya kita belum pernah begadang menantikan pesawat pertama lepas landas di bandara?

Apakah kita sebelumnya belum pernah begadang untuk menonton kesebelasan kesayangan kita bertanding di liga champion?

Apakah sebelumnya kita belum pernah begadang karena mengobrol dengan sahabat kita semalam suntuk?

Malam-malam ini adalah malam dimana kesempatan emas bertabur berlian dihamparkan layaknya ganimah. Ia adalah baskom untuk menyucikan diri sekaligus roket pendorong untuk mencapai derajat yang lebih agung.

Mereka yang terlibat dalam acara menghidupkan malam ini harus kita motivasi untuk berpuasa di keesokan harinya, termasuk di dalamnya remaja dan anak-anak. Untuk itu, kita juga harus menyiapkan hidangan sahur dengan menu makanan yang dapat memikat hati mereka.

Ibadah apa saja yang bisa dikerjakan? 

Di malam mulia ini terdapat lima ibadah penting yang dapat dikerjakan:

  1. Taubat dan beristigfar, taubat dan istigfar yang dipanjatkan di malam ini insya Allah akan diterima
  2. Membaca al Quran, khususnya surat-surat istimewa seperti Yasin, al Fath, ar Rahman, al Mulk, dan an Naba
  3. Menunaikan salat sunah, khususnya awwanin, tahajud, taubat, tasbih, dan hajat
  4. Salawat, kita harus banyak mengirimkan salawat kepada Baginda Nabi di malam yang mulia ini.
  5. Berdoa, kita harus memanjatkan doa kepada Sang Rabbi misalnya dengan doa-doa yang terdapat di al Quran dan hadis, jausyan, tauhidname, serta doa-doa yang pernah dibaca oleh sosok-sosok dan wali-wali agung. Terlebih lagi kita harus mendoakan saudara-saudara kita yang sedang terpojok dan dizalimi sehingga mereka dapat selamat dari kesulitan itu.

Kapan kita bisa berpuasa? 

Berpuasa di hari yang berhubungan dengan malam jumat pertama di bulan rajab sangatlah berfadilah. Puasa dijalankan tidak di hari sebelum malam, melainkan di hari setelah malam. Ini karena kalender ibadah dalam satu hari dimulai dengan azan magrib hingga masuk waktu azan magrib berikutnya. Sebagaimana di waktu Ramadhan, kita memulai ibadahnya dengan salat tarawih, baru berpuasa di keesokan harinya. Akan tetapi, karena hari sebelumnya adalah kamis, maka berpuasa di dalamnya juga merupakan perbuatan sunah.

Boleh juga berpuasa hanya di hari jumatnya. Karena kita melakukannya bukan karena sengaja, melainkan karena kebetulan waktu mulia tersebut jatuh di hari jumat yang sebenarnya makruh tetapi dekat dengan halal. Karena waktu mulia ini akan selalu jatuh di hari jumat, maka tidak ada pilihan lainnya. Untuk itu, bagi mereka yang tidak bisa berpuasa di hari kamis, maka berpuasa di hari jumat tidaklah makruh. Bagi mereka yang menghendaki, sebagaimana bisa berpuasa di hari kamis, jumat, dan sabtu, ia juga bisa berpuasa di hari jumat dan sabtunya.

Demikianlah kawan! Mari segera undang kawan-kawan kita untuk memuliakannya.

Sebagaimana yang Anda ketahui, penginspirasi juga akan meraih pahala dari amal yang dilakukan oleh orang yang terinspirasi darinya. Siapa yang tahu barangkali lewat pengumuman yang Anda lakukan akan menjadi sebab bagi diraihnya pahala di seantero dunia.

Diterjehkan dari artikel berjudul: Biri bine bedel günler Geliyor!|Penulis: Cemil TokpInar.| www.tr724.com

mengembangkan diri cahaya-abadi-muhammad-1-768x1178

Menjaga Kesucian – Cahaya Abadi Muhammad SAW

Suatu ketika datanglah seorang pemuda yang menemui Rasulullah SAW, para sahabat memang tidak pernah menyebutkan nama pemuda itu. Namun, setelah saya meneliti semua riwayat yang ada saya menemukan fakta bahwa pemuda itu bernama Julaibib r.a.

Berikut ini kutipan lengkap dari hadis yang saya maksud, diriwayatkan dari Abu umamah dia berkata:

“Seorang pemuda mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah izinkanlah aku untuk berzina!’

Beberapa orang sahabat langsung mengumpat pemuda itu dengan berseru, ‘Yaaa… Yaaah…’

‘Biarkan pemuda itu mendekat.’ pemuda itu pun mendekat dan duduk di hadapan Rasulullah SAW. 

Rasulullah lalu bertanya, ‘Apakah kau senang jika yang berzina itu ibumu?’

‘Tentu tidak!’ saut pemuda itu. ‘Demi Allah aku rela jika Allah menjadikan aku sebagai penebus mu’

 Rasulullah SAW berkata, ‘Demikian pula semua orang tidak ada yang suka jika yang berzina adalah ibu-ibu mereka.’

Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Apakah kau senang jika yang berzina itu putrimu? 

‘Tentu tidak wahai Rasulullah.’ Saut pemuda itu. ‘Demi Allah aku rela jika Allah menjadikan aku sebagai penebusmu.” 

Rasulullah SAW berkata, ‘Demikian pula semua orang tidak ada yang suka jika yang berzina adalah putri-putri mereka.’ 

Lalu Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Apakah kau senang jika yang berzina itu saudarimu?’ 

‘Tentu tidak wahai Rasulullah.’ Saut pemuda itu. ‘Demi Allah aku rela Jika Allah menjadikan aku sebagai penebusmu.’ 

Rasulullah berkata, ‘Demikian pula semua orang tidak ada yang suka jika yang berzina adalah saudari-saudari mereka. 

Lalu Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Apakah kau senang jika yang berzina itu bibimu dari jalur Ayah?’ 

‘Tentu tidak!’ Saut pemuda itu. ‘Demi Allah aku rela jika Allah menjadikan aku sebagai penebusmu. 

Rasulullah berkata lagi, ‘Demikian pula semua orang tidak ada yang suka jika yang berzina adalah bibi-bibi mereka dari jalur ayah. 

Lalu Rasulullah bertanya lagi, ‘Apakah kau senang jika yang berzina itu bibimu dari jalur ibu?’ 

‘Tentu tidak!’ Saut pemuda itu. ‘Demi Allah aku rela jika Allah menjadikan aku sebagai penebusmu.’

Rasulullah SAW berkata, ‘Demikian pula semua orang tidak ada yang suka jika yang berzina adalah bibi bibi mereka dari jalur Ibu.’ 

Rasulullah SAW lalu meletakkan tangan Beliau di tubuh si Pemuda seraya berkata, ‘Wahai Allah ampunilah dosanya. Sucikanlah hatinya. Dan jagalah kemaluannya.’”

Setelah itu si Pemuda sama sekali tidak pernah melirik apa-apa lagi.

Dengan dialog logis seperti ini, Rasulullah SAW, berhasil membuat si pemuda merasa nyaman terhadap Rasulullah, yang kemudian membimbingnya ke arah kebenaran. Rasulullah bahkan mendoakan pemuda itu dengan berkata 

‘Wahai Allah ampunilah dosanya. Sucikanlah hatinya. Dan jagalah kemaluannya.’ 

Sejak saat itu Julaibib r.a. menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjaga kesucian dirinya. Namun rupanya, tidak ada seorangpun yang bersedia menikahkan putrinya dengan Julaibib, karena semua orang telah mengetahui betapa bejatnya pemuda itu sebelum masuk Islam. Rasulullah lalu menikahkan Julaibib dengan seorang wanita. Tapi tidak lama setelah pernikahan dilangsungkan, Julaibib gugur sebagai syahid dalam perang pertama yang diikutinya.

Setelah perang usai, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, ‘Apakah kalian kehilangan seseorang?’ 

‘Iya’ jawab para sahabat, ‘Kami kehilangan si Fulan dan si Fulan.” 

Tapi Rasulullah mengulangi lagi pertanyaannya. ‘Apakah kalian kehilangan seseorang?’ ‘Iya’ jawab para sahabat, ‘Kami kehilangan si Fulan dan si Fulan.” 

Namun kembali Rasulullah mengulangi lagi pertanyaannya, ‘Apakah kalian masih kehilangan seseorang?’ ‘Tidak…’ jawab sahabat. 

‘Tapi aku masih kehilangan Julaibib.’ kata Rasulullah.

Para sahabat pun mencari Julaibib di antara para prajurit yang tewas. Tak lama kemudian mereka menemukan jasad Julaibib tergeletak di tengah tujuh mayat prajurit musyrik. Rupanya Julaibib berhasil menghabisi ke-7 prajurit kafir itu sebelum dirinya gugur sebagai. 

Rasulullah lalu mendatangi jasad Julaibib, dan kemudian beliau bersabda, ‘Dia telah membunuh 7 orang ini, lalu musuh membunuhnya. Dia dariku…. dan aku darinya….. dia dariku….. dan aku darinya…..!’ 

Begitulah dengan kecerdasannya Rasulullah SAW telah berhasil menyelamatkan seorang pemuda dari tepi jurang perzinaan dan dosa. 

Bahkan kemudian dalam waktu yang singkat beliau berhasil mengangkat Pemuda tersebut ke ketinggian martabat. Tentu saja hal ini membuat kita takjub. Bayangkan, seandainya semua ahli pendidikan dan psikologi terhebat di dunia berkumpul di Semenanjung Arab, apakah mereka mampu membentuk pribadi-pribadi berakhlak mulia seperti yang telah dilakukan Rasulullah dalam waktu singkat? 

Tentu tidak. Mereka pasti takkan mampu melakukan itu. Bahkan para ilmuwan itu bukan hanya akan gagal mewujudkan pendidikan terbaik dan pekerti yang luhur, namun, juga tidak akan berhasil menerapkan satu atau dua prinsip pendidikan seperti yang Rasulullah terapkan. Pengalaman sejarah telah membuktikan pernyataan ini. 

Rasulullah hidup di sebuah era ketika moral umat manusia begitu busuk hingga merasuk ke dalam diri mereka dan menjadi tabiat mereka. Akan tetapi, Rasulullah ternyata bukan hanya berhasil mengalahkan moral bejat bangsa Arab kala itu, melainkan juga mengubahnya menjadi pekerti yang sangat baik. Sampai kapanpun, umat manusia tidak akan pernah menyaksikan lagi keluhuran akhlak seperti yang dimiliki umat Islam di masa Rasulullah SAW. Sejarah Islam yang panjang jadi saksi yang membenarkan pernyataan ini dan memberi kita begitu banyak contoh. 

Inspirasi Cahaya Abadi Muhammad SAW kebanggaan umat manusia. Hojaefendi

mengembangkandiri.com hand-of-child-holding-a-small-pink-gift-box-2021-08-26-17-04-34-utc

Adil dalam Memberi Hadiah

Memberikan hadiah kepada anak harus  sesuai dengan ukuran dan tingkat usia mereka. Memberi hadiah yang terlalu berlebihan menyebabkan anak memiliki harapan yang terlalu tinggi sehingga melahirkan rasa ketidakpuasan di masa depan, janganlah memberi hadiah terlalu sering kepada anak, tetapi berilah hadiah pada waktu yang tepat dan dengan ukuran yang sesuai, sehingga hadiah yang diberikan sangat berarti bagi anak.

Dalam memberikan hadiah haruslah berlaku adil, jangan sampai ada orang tua yang memberikan hadiah hanya kepada salah satu anaknya saja tanpa memberi kepada anaknya yang lain. Demikian pula dengan memberikan hadiah berlebihan kepada salah satu anak saja sedangkan anak yang lain tidak diperlakukan sama. sebagaimana  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَاتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan berlaku adillah diantara anak anak kalian.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud, shahih li ghairihi). dari hadis ini dapat kita pahami bahwa, kita sebagai orang tua harus berlaku adil dalam memperlakukan anak-anak kita dalam hal apapun.

kalau kita lihat berdasarkan pengertian, Kata adil berasal dari bahasa Arab yang secara harfiyah berarti sama. Menurut kamus bahasa Indonesia, adil berarti sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, berpegang kepada kebenaran dan sepatutnya.

ada banyak pengertian dari kata adil yang sudah di kemukakan oleh para ulama, namun dalam hal ini  adil yang dimaksud adalah at-tawazun yang artinya keseimbangan. Seimbang di sini tidak selalu sama antara dua pihak  secara kuantitatif, tapi lebih kepada proporsional dan profesional. keadilan disini identik dengan pengertian kesesuaian, yakni kesesuaian antara ukuran, kadar dan waktu.

Baik, mari kita kembali kepada topik pembahasan kita yaitu tentang hadiah. jadi sebagai orang tua berilah hadiah kepada anak karena mereka layak menerimanya dan juga yang perlu kita ingat adalah jangan selalu memberi hadiah dalam bentuk materi saja kepada anak, karena hal ini yang dapat membuat anak menjadi ketergantungan dan hanya berfokus pada hadiah saja tidak kepada nilainya. Sebagaimana di video sebelumnya kita sudah membahas tentang apa yang perlu dipertimbangkan dalam memberi hadiah kepada anak.

Dan yang tidak kalah penting adalah Selalu berikan anak hadiah sesuai dengan yang anda janji , berikan tepat pada  waktunya. agar kita sebagai orang menjadi contoh bagi anak dalam kedisiplinan.

TIDAK BERLEBIH-LEBIHAN DALAM MEMBERI HADIAH KEPADA ANAK

Semua anak pasti suka diberikan hadiah oleh orangtuanya, hanya sekadar coklat, permen, makanan yang disukainya, mainan, barang yang sedang diinginkannya, dan lain sebagainya.

Memberikan hadiah kepada anak tentu dengan tujuan baik, agar anak termotivasi semangat dalam belajar, agar anak taat dan mematuhi perintah orang tua, agar anak berubah menjadi lebih baik, dan lain sebagainya.

Dalam pendidikan islam memberi hadiah atau saling memberi hadiah adalah sunnah. Memberi hadiah kepada anak karena keberhasilan yang dicapainya adalah sangat penting sekali. Namun, hadiah yang diberikan tidak boleh berlebih-lebihan dan jangan menjadikan anak hanya berfokus kepada hadiah saja.

Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam memberikan hadiah kepada anak. ketika memberikan hadiah kepada anak tentunya orang tua harus memperhatikan unsur pendidikan yang ada pada hadiah tersebut namun tidak boleh juga melupakan unsur permainan pada hadiah tersebut. hadiah yang bisa diberikan kepada anak seperti buku, mainan yang edukatif, peralatan sekolah, atau jalan-jalan ke objek wisata tempat bersejarah dan lain-lain

Dengan memberikan buku maka anak bertambah pengetahuannya. Rasa ingin tahunya yang besar akan mendorongnya untuk membaca lembar demi lembar buku yang dihadiahkan kepadanya. Dengan permainan yang edukatif ini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Dengan memberikan hadiah dalam bentuk peralatan sekolah anak-anak akan semakin semangat dalam belajar. Agar dapat memperluas wawasan dan pengalaman anak secara langsung.

mengembangkandiri.com the-child-is-happy-with-a-birthday-gift-2021-09-02-06-07-26-utc

Maksud sebuah Hadiah yang Jelas

SEBAB HADIAH YANG DIBERIKAN HARUS DINYATAKAN DENGAN JELAS

Memberikan hadiah kepada anak adalah suatu hal yang baik dan sangat bermanfaat sekali, bermanfaat bagi anak itu sendiri dan juga bermanfaat  bagi kita sebagai orang tua, misalnya: dengan memberi hadiah kepada anak dapat membantu kita sebagai orangtua dalam memotivasi mereka untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan ia untuk mencapainya atau untuk melakukan sesuatu kebaikan yang berguna bagi masa depannya kelak dikemudian hari.

Memberikan hadiah kepada anak tidak selalu harus dalam jumlah yang besar, namun memberikan hadiah kepada anak haruslah sesuai dengan kebutuhan mereka, sesuai dengan usia mereka dan pada waktu yang tepat, seperti yang sudah kita bahas pada video sebelumnya

Perlu kita  ketahui bahwa hadiah tak hanya sekedar benda atau materi yang kita berikan kepada anak, tapi lebih dari itu. Hadiah yang kita berikan merupakan suatu bentuk penghargaan kepada anak atas prestasi dan pencapaian yang sudah berhasil mereka raih. Untuk itu, saat memberikan hadiah kepada anak, kita perlu memberitahu mereka tentang apa yang sudah mereka raih dan  sebab kenapa mereka kita beri hadiah tersebut. Dengan begitu, anak memahami bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang kita sukai. Maka demikian hadiah yang kita berikan kepada anak menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi mereka dan bahkan menjadi sumber motivasi bagi mereka untuk terus bersemangat menjadi lebih baik lagi dalam segala hal. tidak hanya itu saja dengan memberi hadiah juga dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak.

Dalam menjelaskan sebab kenapa kita memberikan hadiah kepada anak kita bisa sampaikan kepada mereka dengan kata-kata yang lembut, agar dapat dimengerti dan dipahami oleh anak dengan baik , misalnya dengan berkata “hadiah ini ayah/ibu berikan karena kami ingin kamu bahagia dan menjadi lebih baik lagi” atau hadiah ini ayah/ibu berikan karena “usaha yang kamu lakukan sangat berharga bagi kami, jadi karena itulah kami memberikan hadiah ini kepadamu”. Dengan penjelasan seperti ini anak akan mengerti kenapa hadiah itu diberikan dan juga dapat menyebabkan hadiah yang diberikan menjadi sangat berarti bagi anak.

mengembangkandiri.com parent-and-child-in-carpentry-2021-08-26-15-47-52-utc

Mendidik dengan Cinta dan Kasih

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM HARUS DIBERIKAN DENGAN CINTA DAN KASIH SAYANG

Islam adalah agama kasih sayang, agama yang mengajarkan kedamaian, menebarkan kasih sayang, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan sudah barang tentu Islam sangat menolak kekerasan dalam bentuk apapun.

Islam diajarkan untuk menunjukkan sikap kasih sayang

surat Al-Anbiya ayat 107

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Ayat di atas menjelaskan Allah mengutus Nabi Muhammad tidak lain agar menyampaikan kasih kepada ciptaan Allah. “Itu kasih sayang menjadi visi utama agama Islam juga misi agama-agama sebelum Islam,”

surat Ali Imran ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.   Ayat di atas menjelaskan berkat kasih sayang Allah kepada Rasulullah, dia bersikap lemah lembut. Jika bersikap keras atau kasar, maka niscaya orang-orang akan menjauhi dan tidak suka. Kalau pun masih begitu, maafkanlah dan mintalah ampun untuk mereka.

Dalam Islam, sosok guru (agama) sangat strategis, di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu-ilmu agama, guru agama juga mengemban tugas suci, yaitu misi kenabian, yakni membimbing dan mengarahkan peserta didik menuju jalan Allah SWT.

dapat kita pahami bahwa guru adalah pengemban tugas mulia, terutama guru agama islam. Karena guru adalah seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah Swt dan dengan ilmunya itu dia menjadi perantara manusia yang lain untuk mendapatkan, memperoleh serta menuju kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga mendidik peserta didiknya  untuk menjadi manusia yang beriman, bertakwa dan beradab.

oleh karena itu, ruh dari guru agama islam adalah cinta dan kasih-sayang, karena pada dasarnya cinta dan kasih-sayang adalah hal utama yang harus dimiliki oleh seorang guru.

sebagaimana Imam Ghazali menyebutkan bahwa salah satu syarat menjadi guru adalah kasih sayang dan lemah lembut

Pendidikan agama islam harus diberikan dengan cinta dan kasih sayang. Sebab,  Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. Sehingga,  guru agama islam  harus mampu menunjukkan dan mengekspresikan rasa sayang dan cintanya kepada peserta didik, mengajar agama islam bukan hanya berhubungan dengan pengetahuan saja, namun juga sangat berkaitan erat dengan keimanan, jika kita berbicara tentang iman maka hal ini berhubungan langsung dengan hati Karena tempat iman adalah di hati, bukan di otak. oleh karena itu pendidikan agama islam ini harus diberikan dengan cinta dan kasih-sayang karena hati tidak menerima hal-hal yang tidak disukainya,  jika mengajar agama islam tanpa cinta dan kasih sayang maka hati akan menolaknya sehingga apa yang diajarkan tidak akan bisa tertanam dan terwujudkan dalam perilaku peserta didik.

pexels-timur-weber-9127599

Kebutuhan Rohani Anak

KITA HARUS MENYADARI KEBUTUHAN JIWA ANAK

Situasi belajar sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Situasi seperti tempat dan suasana sangat mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.

Kondisi ruangan yang bersih, nyaman, sirkulasi udara yang baik, kapasitas ruangan yang memadai, penerangan, dan kondisi tenang sangat dibutuhkan dan akan membangkitkan minat belajar peserta didik dan juga meningkatkan semangat belajar. Sikap guru, semangat di kelas, sikap keluarga dan masyarakat juga merupakan faktor yang mempengaruhi situasi belajar dan pada akhirnya mempengaruhi kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Selain guru, dalam belajar setiap peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor, hal itu dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri dan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar peserta didik yaitu dari orang tua, dari guru dan dari masyarakat. Faktor intern dibagi menjadi tiga yakni faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Di dalam faktor psikologis sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang mempengaruhi belajar antara lain: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. Dan faktor-faktor inilah yang harus diperhatikan oleh setiap pendidik agar dapat mengendalikan dan mengatur pembelajaran agar dapat berlangsung secara efektif, terarah dan optimal. Guru yang baik adalah guru yang dapat mengerti dan memahami permasalahan atau kendala dari seorang peserta didik dan persoalan psikologi peserta didik. Guru yang dapat memahami persoalan peserta didiknya adalah guru yang tidak memaksakan keinginannya kepada peserta didik, yang mendengarkan keluhan dan problematika belajar dari peserta didik, dan juga tidak memaksakan tugas yang melampaui kemampuan peserta didik.

Agar dapat mendidik jiwa anak sejak usia dini, pendidikan jiwa anak harus dilakukan sama seperti halnya menjaga dan merawat fisiknya. Pendidikan agama yang menyangkut kehidupan dunia dan akhirat anak tidak boleh diabaikan, segala sesuatu yang diperlukan untuk pendidikannya harus dipersiapkan sebelumnya.

Pendidikan agama sejak dini hendaklah sudah ada di rumah keluarga muslim. Didikan tersebut bukan menunggu dari pengajaran di sekolah saja.

Dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah (13: 11) disebutkan, “Bapak dan ibu serta seorang wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti. Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, Malaikat, AL-Qur’an, Rasul dan Hari Akhir. Begitu pula hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar. Anak mestinya diarahkan untuk mengerti shalat, puasa, thoharoh (bersuci) dan semacamnya.”

Semoga Allah menganugerahi kepada anak-anak kita sebagai penyejuk mata bagi orang tua. Mudah-mudahan kita diberi taufik untuk mendidik mereka menjadi generasi yang lebih baik