mengembangkandiri.com ringlet-7861419_960_720

SETAN SANG PENGAHALANG UJIAN DUNIA

Bahkan, setan tergolong kedalam pengahalang penting yang tertera di depan jalan kehidupan kita. Kehidupan juga termasuk kedalam kompetisi dan ujian. Persis seperti kompetisi yang mempunyai rintangan. Mari kita lihat siapakah yang akan tersandung dan terjatuh di rintangan tersebut dan siapa yang akan melompati lalu melalui untuk melaju ke target.

Apakah kalian pernah melihat rintangan-rintangan di lapangan latihan para prajurit tentara?

Bermacam ragam rintangan memenuhi lapangan tersebut. Diantaranya ada rintangan yang tinggi dan harus melompatinya. Sedangkan yang lain ada jurang yang dalam, lalu harus melompat dan keluar dari dalamnya. Bahkan juga ada tangga, harus memanjatinya dan juga masih banyak rintangan-rintangan lain. Semua ini tentunya bukanlah untuk menyiksa para prajurit tentara yang sedang berlatih. Namun pada setiap rintangan akan membantu mengembangkan organ-organ tubuh, otot dan meningkatkan bakat gerakan tentara yang berlatih. Sebagaimana lapangan Pentatlon (panca lomba) sebutan dari tempat latihan ini, jika ia bisa mengembangkan bakat dan kekuatan serta menambah kesuksesan para tentara; maka begitu juga sebagian rintangan dalam lapangan kehidupan, akan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman untuk menguatkan kepercayaan dan akhlaknya.

Nah, setan termasuk kedalam salah satu rintangan tersebut. Bahkan termasuk kedalam golongan rintangan yang sangat besar. Nafsu yang terdapat dalam diri manusia,  yang menginginkan keburukan dan juga perasaan yang kuat merupakan dukungan setan yang sangat besar. Untuk melawan persatuan kekuatan-kekuatan jahat ini haruslah dengan daya tahan yang kuat, kukuh dan matang. Namun sebaliknya, jika seperti seorang atlet yang jarang latihan akan sangat mudah tersandung dan ketinggalan di rintangan-rintangan tersebut.

Orang-orang yang mengenal setan dan segala jebakan-jebakannya juga orang-orang yang selalu dalam keadaan siap berjuang berhadapan dengannya, mereka dengan mudahnya melewati rintangan-rintangan setan. Akan tetapi, di setiap sesi latihan, pastilah sebuah perjuangan sangat dibutuhkan, akan ada keringat yang keluar dan sedikit kelelahan. Namun, ketika mangatasi rintangan tersebut lalu tidak kalah terhadap jebakan setan, maka keberhasilan yang diperoleh merupakan salah satu kenikmatan yang paling besar. Kerena ini merupakan ujian manusia itu sendiri. Dengan artian, iradahnya mengukur daya tahannya secara pribadi. Kekuatan iradah, perasaan-perasaan yang sehat dan ujian keimanan yang diberikan ketentramannya bukanlah suatu kenikmatan yang kebetulan.

Bakat manusia akan berkembang secara relatif ketika melewati rintangan yang datang dihadapannya.

mengembangkandiri.com ringlet-7861419_960_720

PARA TENTARA SUKARELA SETAN

Orang yang menjadi tentara dan selalu berada di belakang setan, ia telah mengundurkan diri menjadi manusia sejati dan telah menjadi makhluk asing. Bahkan sebagian darinya dengan rela hati mau menjadi makhluk asing tersebut.

Mengapakah kira-kira?

Karena, penciptaan mereka sudah rusak dan kehilangan dasar-dasar karakteristiknya, lebih menyukai keburukan dari kebaikan, senang mengikuti setan dibandingkan taat kepada Allah. Dan salah satu dari orang-orang yang seperti ini, ia penasaran dengan setan, penasaran dengan kecintaannya kepada setan, selalu memikirkan bagaimana simbol kejahatan setan, bagaimana setan melakukannya, bagaimana cara untuk mempengaruhi manusia. Dan suatu hari akan datang suatu makhluk yang aneh dihadapan orang tersebut. Dengan perasaan takut, bingung dan sedikit keheranan ia pun bertanya :

  • Siapa kamu?
  • Sayalah setan.
  • Hah!!! Jadi kamu ini setan! Saya sangat senang bertemu denganmu. Saya sangat cinta juga sangat penasaran dengan mu. Bahkan kamu tidak tahu bagaimana senangnya saya bisa kenalan denganmu. Namun ada satu permintaanku padamu.
  • Apakah itu?
  • Saya sangat penasaran denganmu, bagaimana caramu bekerja dan bagaimana caramu mendorong manusia kedalam perbuatan dosa. Maka hari ini sembari berjalan-jalan denganmu maukah kamu menunjukkan kepadaku apa saja yang kamu lakukan?
  • Dengan senang hati, jawab setan. Mereka pun mulai berangkat. Maka setan memperliatkan semua jalan kejahatan dan dosa serta bagaimana ia mengahasut manusia-manusia kedalam dosa dan kejahatan.

Orang yang mengambil kenikmatan dari dosa tersebut, sangat senang menjadi teman setan. Menjelang malam, “untuk kali ini kita cukupkan sampai disini” kata setan. Orang tersebut sangat senang, bahkan tidak mau berpisah dengan setan.

  • “Baiklah! Tapi saya punya pertanyaan terakhir untukmu, maka sebelum berpisah berikanlah jawabannya”, kata orang tersebut
  • “Tanyakan” kata setan.
  • Saya melihat bermacam-macam tali di tubuhmu. Apakah semua ini? Apa fungsinya?

Setanpun tertawa dengan garing lalu ia mengatakan :

  • Saya menggunakan semua ini untuk mengikat dan menyeret manusia ke jalan dan jejakku.

Dengan sedikit keheranan, orang ini berkata :

  • Tapi sepanjang hari kamu telah mengajakku berkeliling, namun kamu tidak mengikatku dengan tali-tali ini.

Maka sebelum setan menghilang dari pandangan, setan menjawab kepada orang tersebut :

  • Saya memasangkan tali ini kepada orang-orang yang tidak ingin dan tidak rela untuk menjadi pengikut saya. Saya menggunakan tali-tali ini untuk memaksa mereka. Tapi kamu dan orang-orang yang sepertimu memang telah menjadi tentara-tentara sukarelaku. Untuk apa saya mengikat dan meliliti kalian? Bukannya kalian memang datang dengan sukarela.

                                                                                           * * *

Nah! Begitulah orang yang memudahkan pekerjaan setan, ada yang terjatuh dalam bujuk rayu dan jebakan setan. Sungguh kasihan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sebagiannya lagi lebih buruk. Tanpa harus diseret dan diingatkan kejahatan-kejahatan itu oleh setan, mereka sendiri telah terjatuh kedalam kejahatan-kejahatan tersebut. Bahkan mereka mengajak orang lain kedalam kejahatan dan  bertanggung jawab atas tugas setan. Dengan begini, setan dengan hati yang tenang pergi berlibur. liburan yang sangat panjang. Sungguh kasihan orang-orang yang seperti ini.

Sebaagian manusia adalah para tentara sukarelanya setan. Mereka merasakan kenikmatan dari kejahatan dibandingkan dengan kebaikan.

mengembangkandiri.com ringlet-7861419_960_720

SETAN BAGAIKAN KARUNG PASIRNYA PETINJU

Berarti, walau bagaimanapun, pisau itu digunakan untuk memotong roti, karena memang fungsinya untuk itu. Api diperlukan untuk memasak makanan, jika kita memasukkan tangan kedalamnya maka akan mengerang kesakitan, karena bukanlah untuk itu kegunaannya.

Maka dari itu, sebab dari penciptaanya setan bukanlah untuk patuh dan mengikutinya; namun disetiap kedatangannya kita mengusir dan melakukan kebalikan dari apa yang dikatakannya. Dari perspektif ini setan terlihat bagaikan karung pasirnya petinju.

Coba perhatikan, karung pasir bagi petinju yang handal sangatlah berguna dan bermanfaat untuk latihannya. Semakin dipukul atau ditinju maka otot-otonya akan berkembang, sistem pernafasan akan terbuka dan bakatnya bertambah, karena memang inilah fungsinya, yaitu agar para petinju melakukan latihan dan semakin handal. Akan tetapi jika petinju yang tidak cekatan, maka karung pasirnya bisa menjadi musibah baginya. Misalnya ketika melakukan latihan, ia berbicara dengan orang lain atau sedang memerhatikan sesuatu lalu ia tidak melakukan pukulan ke karungnya secara teratur, maka karungnya yang akan memukulinya dan bisa jadi babak belur. Nah, sekarang jika petinju yang seperti ini mengatakan “keluarkan karung ini dari tempat latihan karena sangat berbahaya”, apakah ini benar?

Benar jika bagi dirinya karung itu berbahaya akan tetapi ini karena kecerobohonnya dalam memakai dan sangatlah bermanfaat bagi petinju yang cekatan. Maka karung tinju bisa jadi sesuatu yang berbahaya bagi yang tidak bisa menggunakannya atau bisa menggunakan namun tidak dengan hati-hati.

Nah, anak-anak! Setan itu bagaikan karung tinju bagi kita. Apabila di setiap kedatangannya kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikatakan, menjauh dan mengusirnya maka itu sangat bermanfaat, sangat penting dan menjadi sesuatu yang baik untuk kita. Karena kita akan mendapatkan pahala dan maknawi kitapun bertambah jika kita tidak mendengarkan bisikannya dan tidak mengikuti pekerjaannya.

Tapi jika seperti yang dilakukan petinju ceroboh tadi, jika kita behadapan dengan tidak hati-hati dan ceroboh, mendengar dan mengikutinya maka kita akan memperoleh dosa. Dengan begini kita telah menjadikan setan sesuatu yang jelek dan berbahaya bagi kita.

Mari kita lihat, siapa saja yang berhati-hati dan menjadi petinju yang handal, yang bisa meninju setiap kedatangan setan kepadanya dan siapa yang bakalan di tinju hingga sengsara?. Nah, inilah petualangan dunia yang sangat penting. Akan tetapi siapa yang bisa dihajar oleh setan sangatlah lebih buruk dibandingkan dihajar manusia. Karena pukulan setan bukanlah melukai atau menghancurkan wajah dan mata kita, melainkan ruh, jiwa hati nurani bahkan iman kita.

Para petinju berlatih dengan karung pasir. Petinju yang tidak berlatih dengan karung pasir, maka akan mudah K.O dihadapan lawan.

mengembangkandiri.com ringlet-7861419_960_720

PENCIPTAAN SETAN BUKANLAH SESUATU YANG BURUK

Pertanyaan :   Apakah penciptaan setan merupakan hal yang bagus atau jelek? mengapa Allahﷻ menciptakan setan? apakah agar manusia melakukan kejahatan atau selalu melakukan dosa?

Jawaban : Beberapa muridku yang bisa memahami inti pada contoh-contoh yang sebelumnya mengangkat tangan lalu memberikan jawaban. Mereka hampir menangkap hikmah dari penciptaan setan. Setelah panjang lebar hasil yang kita sepakati bersama, bahwasanya penciptaan setan bukanlah hal yang buruk, jelek atau tidak perlu.

Allahﷻ menciptakan setan dengan satu sebab, dan sebab ini sangatlah penting dan juga sangat diperlukan. Karena Allahﷻ sangat mencintai hamba-hambanya. Dia menginginkan hamba-hambanya yang baik, bermanfaat dan layak ditempatkan di surganya. Maka setanlah yang akan menjadi penengah dari urusan ini agar kebaikan dan pahala manusia terus bertambah; mereka meraih dan mendapatkan kelayakan menjadi hamba-hambanya.

Sebab itulah Allahﷻ menciptakan manusia yang terkadang bisa naik dan turun derajatnya. Maka dari itu, jika manusia bisa menaikkan derajatnya, ia akan mampu mencapai puncak tertinggi dari hakikat kemanusiaan, bahkan ia bisa menjadi tetangga para kekasih Allahﷻ. Namun, jika derajat kemanusiaan itu turun dan jatuh, maka ia bisa berada pada level hewan, bahkan lebih rendah dari itu. Nah, setan dalam hal ini sangatlah menguntungkan bagi manusia ketika ia terjatuh lalu bangkit dan menuju puncak tertinggi. Selama tidak mendengar, menahan diri dari kejelekan-kejelekan dan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan yang diinginkan setan, maka manusia menjadi mulia, menjadi seperti malaikat, bahkan melebihi itu semua ia bisa mencapai ke puncak dengan tingkat maknawi yang tinggi. Akan tetapi, jika ia mendengar, melakukan kelakuan-kelakuan buruknya setan, maka ia akan terjatuh ke tempat yang rendah, menjadi seperti hewan bahkan lebih rendah dari itu, seperti layaknya setan itu sendiri. Jika manusia sudah berprilaku seperti setan dan perilaku ini sudah mewabah, maka setan sangatlah senang, bahkan yang banyak berlibur itu setan sendiri dari pekerjaan buruknya, karena manusia-manusia sepertinya terus bertambah dan melakukan  semua tugas-tugasnya secara sukarela. Maka setan akan datang dari sebelah kanan dan bersenang-senang.