pexels-itsmeseher-42035630-12078284

Keluarga Ideal untuk Generasi Ideal

GENERASI IDEAL MEMBUTUH KELUARGA YANG IDEAL

Keluarga adalah hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika kita  berbicara tentang pendidikan. “Karena keluarga adalah tempat pertama dalam pendidikan dan pembelajaran, keluarga adalah sekolah pertama tempat untuk belajar.” pendidikan harus dimulai dari rumah, sehingga tertanam kokoh dalam diri anak. Pendidikan keluarga sangat penting sekali, karena keluarga adalah orang-orang yang sangat dicintai anak-anaknya, teman yang paling dekat, dan keluarga adalah pihak yang memberikan dampak yang sangat esensial terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kesuksesan anak. Pendidikan keluarga bertanggung jawab dalam membangun fondasi semua aspek kehidupan anak. Jika keluarga tidak dibangun di atas prinsip-prinsip pendidikan, maka jangan pernah berpikir untuk menghadirkan generasi yang ideal. karena ” generasi yang ideal juga membutuhkan keluarga yang ideal.”

generasi ideal adalah generasi yang memiliki wawasan luas dan berjiwa besar. Bangkitnya sebuah bangsa berada ditangan mereka, yaitu mereka  yang kaya dengan spiritualitas, moral dan pemikiran luhur. generasi ideal ini adalah generasi pemberani, yang keberadaan mereka selalu diisi dengan iman, cinta, kebijaksanaan dan ketajaman mata hati. Mereka tidak pernah tunduk pada semua kesulitan, baik itu yang bersifat kesulitan internal maupun external.

untuk menghadirkan generasi ideal seperti ini, dibutuhkan keluarga yang ideal juga, yaitu keluarga yang hidup dalam koridor syariat, yang dihiasi dengan sunnah-sunnah dari nabi Muhammad SAW., serta paham akan prinsip-prinsip pendidikan. Keluarga ideal tidak pernah bosan menyuntikan keimanan, rasa cinta dan kasih sayang, serta semangat dalam mempelajari ilmu pengetahuan kepada anak-anak mereka, demi hadirnya generasi ideal yang memiliki kepiawaian dalam berfikir dan mampu memprediksi masa depan. Karena “masa depan selalu tumbuh dari benih yang dikandung oleh rahim masa kini dan juga disusui oleh masa kini agar dapat tumbuh dewasa”

artinya adalah, sebagai orang tua, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memperhatikan dengan cermat masa depan seperti apa,? atau generasi seperti apa yang akan kita bangun untuk masa depan.? Karena anak-anak kita saat ini adalah generasi penentu di masa depan. Jika saat ini kita didik mereka dengan prinsip-prinsip pendidikan dan  falsafah hidup kita, yaitu islam. Maka, generasi yang kita impikan akan terwujud, insya Allah.

mengembangkandiri.com kid-with-toy-2021-08-27-00-02-45-utc

Jumlah Anak Ideal

JUMLAH ANAK YANG IDEAL UNTUK SUATU KELUARGA

Jika tujuan suatu keluarga memiliki anak adalah untuk melanjutkan keturunannya, maka hal yang terpenting adalah kualitas. Banyak atau sedikitnya anak bagi seorang muslim, selain mempertimbangkan kualitas ia juga harus selalu menghubungkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.” Dengan kata lain, dianjurkan untuk memiliki anak dalam jumlah yang sekiranya sebagai orang tua mampu untuk memberikan tingkat pendidikan yang ideal untuk mereka.

-Prof. Dr. Ibrahim Canan-

Aqidah yang benar bagi keluarga ideal merupakan pondasi yang amat penting untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia dan penuh dengan keberkahan. Kebahagiaan yang hakiki dan ketenangan hidup hanya akan terasa bagi orang-orang yang memiliki pondasi agama yang kuat dan keimanan yang tinggi. Jadi, keluarga bahagia yang penuh berkah tentu menerapkan kehidupan sesuai dengan ajaran dan kokoh dalam memegang akidah Islam.

Menjalani aktifitas kehidupan tidak akan pernah terlepas dari segala masalah dan ujian. Keluarga bahagia pasti akan terus berupaya untuk melakukan usaha dan doa yang jauh lebih baik dengan lebih giat lagi dalam beribadah. Dalam hidupnya akan terus berorientasi pada peningkatan kualitas ibadah.

Keluarga yang taat pada agama tentu memiliki semangat juang yang tinggi dalam melakukan amalan shalih. Orangtua yang selalu semangat dalam mengajarkan ilmu agama pada anak-anaknya, semangat menerapkan pola hidup Islami seperti membiasakan membaca al-qur’an setelah sholat lima waktu, rutin sholat malam, semangat untuk mendatangi masjid, semangat dalam mengikuti kajian Islam serta semangat dalam hal-hal yang berkaitan dengan amal shalih. Keluarga seperti inilah yang akan mendapatkan keberkahan hidup dan ketenangan jiwa sehingga keharmonisan keluarga yang dibangun akan lebih terasa.

Selain itu keluarga harus memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan, keluarga yang mampu menjaga kesehatan dan kebersihan pasti hidupnya akan terasa tenang, nyaman dan penuh bahagia. Penting bagi setiap anggota keluarga menjaga kebersihan hati, kebersihan badan, tempat tinggal, barang-barang yang dimiliki dan lingkungan sekitar agar hidup terasa indah, nyaman, bahagia dan berkah.

Anak bisa menjadi ujian juga anugrah bagi orangtua. Memiliki anak-anak yang shalih adalah sebuah kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Keberkahan dalam sebuah rumah tangga akan sangat terasa jika memiliki generasi yang islami, shalih dan shalihah.

pexels-gabby-k-5996871

Perlu Diketahui Setiap Orang Tua

HAL-HAL YANG HARUS DIKETAHUI SEBAGAI ORANG TUA

Dalam keluarga yang ideal, orang tua harus menjadi ahli pendidikan, dan mereka harus memiliki rasa tanggung jawab serta pengetahuan yang diperlukan untuk mendidik anak. Siapapun yang ingin menjadi orang tua harus memiliki pengetahuan  tentang psikologi dan pedagogi pada level tertentu, atau setidaknya mengetahui prinsip-prinsip Al-Qur’an tentang hal ini. Mereka harus mengetahui dan mempelajari cara-cara membesarkan generasi dengan baik.

Orangtua dan anak harus mengerti dan paham terhadap tugas dan kewajibannya masing-masing, memiliki tanggung jawab sesuai dengan fitrah dan perintah-Nya. Jika sebuah keluarga dapat menjalankan semua tugas dan kewajibannya masing-masing, dapat menciptakan suasana keharmonisan dan penuh keakraban, maka inilah yang menjadi salah satu keberkahan dalam keluarga.

Jika orangtua kurang peduli atau respek pada anak-anak, kurang memperhatikan atau abai, maka anak-anak akan merasa diacuhkan oleh orangtua sehingga terjadilah amarah dalam diri mereka. Jika dalam sebuah keluarga sudah menerapkan kepedulian yang tinggi dan saling memberikan perhatian, maka insya Allah keluarga yang dibina akan menjadi harmonis dan rahmat Allah pun akan datang pada keluarga tersebut.
Jika antar sesama anggota keluarga saling memiliki satu sama lain, tentu akan menambah kebahagiaan dan keeratan hubungan kekeluargaan.
Selain itu hal yang sangat penting adalah bahwa orangtua juga harus memperhatikan dari mana dan bagaimana memperoleh nafkah, tidak ada keberkahan pada suatu apapun yang diperoleh dari harta yang tidak halal. Jadi, salah satu tanda keluarga ideal adalah memastikan harta atau rezeki yang diperolehnya halal. Rezeki yang halal akan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.

Harta yang dimiliki digunakan untuk sesuatu yang baik. Bukan untuk berfoya-foya dan memenuhi kesenangan yang sifatnya haram maupun makruh. Membelanjakan harta sesuai dengan aturan yang diajarkan, maka akan membuat kebahagiaan bagi keluarga tersebut dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Itulah beberapa tanda-tanda keluarga bahagia, penuh kebahagiaan, tentram dan damai. Semoga kita semua dapat membangun keluarga yang bahagia dengan menerapkan hal-hal yang ma’ruf dan sesuai dengan ajaran Islam.

pexels-timur-weber-9127051

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Anak-anak adalah amanah, tanggung jawab, dan hadiah bagi orangtua. Tugas orangtua adalah memastikan anak tumbuh menjadi orang yang suka bekerja keras, produktif. Serta, yang paling utama adalah ia menjadi pribadi yang beriman kepada Allah dan bisa berguna bagi sesama.

Tidak ada anak yang berperilaku buruk karena karakter alaminya, biasanya hal tersebut dilakukannya berdasarkan apa yang ia lihat, dengar, rasakan dan pelajari dari lingkungan hidupnya sehari-hari.

Anak-anak belajar tentang hal yang benar dan salah sesuai dengan apa yang diberikan orang tuanya. Tanggung jawab orangtua adalah mengajarkan anak untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Anak memiliki insting alami untuk melakukan hal yang benar, namun insting tersebut harus dirawat dan diasah melalui pengajaran orangtua. Orangtua bertugas menjadi pembimbing dan teladan bagi anak dalam menaati Allah dan Rasul-Nya. Orang tua yang baik menurut Islam, akan mengambil tanggung jawab ini secara serius. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan selalu melakukan hal benar sesuai dengan ajaran agama.

Pendidikan islam adalah hal yang sangat penting dalam pendidikan anak, oleh karena itu peran orang tua sebagai pendidik pertama harus bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Orang tua harus memiliki kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai ideal dan cita-cita mulia yang perlu ditanamkan dalam diri anak, anak harus mendapatkan pendidikan serta ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kelompok usianya. Ketika kesadaran, motivasi dan pengetahuan kurang, keluarga tidak akan dapat mewujudkan pendidikan agama yang ideal bagi anak.

Di sisi lain, orangtua tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan jasmaniyah anaknya saja, kebutuhan ruh dan jiwa anak-anaknya pun harus dipenuhi dengan menyerahkannya pada pendidik yang berkualitas dan terpercaya. Orangtua yang lupa memenuhi kebutuhan ruh dan jiwa anak-anaknya, selain picik juga merugi karena melepas anaknya dalam kejahiliyahan. Orangtua yang tidak berhasil memberikan pendidikan ruh dan jiwa bagi anak-anaknya adalah termasuk orang tua yang zalim. Apalagi jika orangtua menjadi penghalang dari jalan baik yang ditemukan anak-anaknya, sungguh mereka termasuk orang-orang yang celaka..!

mengembangkandiri.com give-a-hope-2021-08-29-00-54-56-utc

Harapan Keluarga

Orang tua zaman sekarang yang tidak mendapatkan banyak pendidikan dari orang tua mereka di masa lalu, oleh karena itu saat ini mereka terkadang berharap banyak  kepada orang lain dalam hal pendidikan anak-anak mereka. Namun, dalam hal pendidikan, keluarga, guru dan institusi memiliki tanggung jawab masing-masing. Dan itu tidak dapat diserahkan hanya kepada satu pihak saja. Agar dapat mencapai hasil yang baik proses pendidikan harus dilakukan secara bersama dan saling bersinergi.

Kita yang sudah menjadi orang tua tentu senantiasa berharap, berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang shalih, anak-anak yang bermanfaat.

Sungguh beruntung dan berbahagia lah orang tua yang telah mendidik anak-anak mereka sehingga menjadi anak yang shalih, yang selalu membantu orang tuanya, mendoakan orang tuanya, membahagiakan mereka dan menjaga nama baik kedua orang tua. Karena anak yang shalih akan senantiasa menjadi investasi pahala, sehingga orang tua akan mendapat aliran pahala dari anak shalih yang dimilikinya.

Oleh karenanya, saking urgennya pembinaan dan pendidikan sang anak sehingga bisa menjadi anak yang shalih, Allah ta’ala langsung membebankan tanggung jawab ini kepada kedua orang tua.

Tanggung jawab pendidikan anak ini harus ditangani langsung oleh kedua orang tua. Para pendidik yang mendidik anak di sekolah–sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak.

Orang tua yang berusaha keras mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari.

Mengenai tanggung jawab pendidikan anak terdapat perkataan yang berharga dari imam Abu al-Hamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata, “perlu diketahui bahwa metode untuk melatih/mendidik anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apa pun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya. Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orang tua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya.

Betapa indahnya, jika kita memandang anak-anak kita menjadi anak yang shalih, karena hal itu salah satu penyejuk pandangan kita. Namun yang patut kita perhatikan adalah faktor yang juga mengambil peran penting dalam pembentukan keshalehan anak adalah keshalihan orang tua itu sendiri.

Jika kita menginginkan anak-anak shalih, maka kita juga harus menjadi orang tua yang shalih.

Karya Pembaca: Jejen

mengembangkandiri.com kids-love-nominated-2021-08-29-01-17-20-utc

Mendidik Cinta, Kasih, dan Hormat Keberagaman

MENDIDIK ANAK TENTANG CINTA, KASIH SAYANG DAN RASA HORMAT DALAM BUDAYA YANG BERBEDA

Semua anak pada umumnya, khususnya anak muslim yang hidup dalam masyarakat barat; Seiring dengan mempelajari keyakinan mereka sendiri dengan sangat baik, mereka juga harus mencintai dan mengasihi semua orang tanpa memandang keyakinan mereka, dan mereka harus dididik dan dibesarkan dengan menghormati agama dan budaya yang berbeda. Jika anak yang dibesarkan tanpa dididik untuk mencintai dan mengasihi serta menghormati orang lain, maka ia tidak akan bisa bermanfaat baik bagi dirinya atau bagi masyarakat tempat ia tinggal.

Mengenalkan anak pada keragaman penting dilakukan sejak dini. Orang tua harus mengajak anak untuk bersosialisasi, bisa di sekolah maupun di lingkungan rumah. Orang tua perlu memberi pemahaman kepada anak agar tidak terpengaruh pada perilaku yang melanggar norma.

Anak harus diajak untuk berpikir kritis dan terbuka. Yakinkan kepada anak dengan keberagaman yang dimiliki akan membawa kedamaian. Berikan pemahaman bahwa dengan perbedaan kita bisa saling melengkapi. Bangun percaya diri anak dengan menonjolkan kelebihan mereka. Ikutkan anak pada kegiatan yang mendukung minat dan bakat. Dari sini anak mengenal banyak keragaman dan dapat menambah semangat dalam mengembangkan bakatnya.

Orang tua harus memberi contoh langsung perbuatan yang menunjukkan toleransi. Misal mengajak anak berkunjung ke panti-panti sosial, tentu akan dapat menumbuhkan jiwa anak untuk menghormati kehidupan yang penuh dengan keberagaman.

Mengajari anak mengenai toleransi beragama antar sesama dan menghargai perbedaan bisa dimulai dengan cara-cara sederhana dari rumah. Tunjukkan kepada anak bahwa cinta kita sebagai orang tua tidak bersyarat. Tunjukkan pula rasa cinta dan hormat, bahkan kepada orang-orang yang berbeda dari kita. Tunjukkan rasa cinta juga pada diri kita sendiri dan biarkan anak-anak melihat bahwa kita tidak menghakimi siapapun.

Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Tidak ada  manusia yang sempurna. Siapa saja dari suku apa saja, dan dari agama apa pun bisa melakukan kesalahan. Tahan diri kita untuk tidak berkomentar menyangkut perbedaan dengan hal salah yang mereka lakukan. Dengan demikian anak pun belajar dari kita untuk selalu memaafkan dan menghargai perbedaan.

Tanpa kita sadari, media yang ditonton, dibaca, dan didengar anak juga turut serta memberi masukan mengenai kesetaraan, dan rasa hormat kepada sesama. Kita perlu jeli membaca pesan tersirat dari alur cerita, penokohan, dialog, atau sudut pandang penceritaan dari media yang dinikmati anak. Meski demikian, dunia tidak mungkin steril dari semua hal yang berseberangan dengan nilai keluarga kita. Sekali lagi, kebiasaan berdiskusi menjadi kuncinya.

Bila orang tua mendorong sikap toleran pada anak-anaknya, membicarakan nilai-nilai dalam keluarga dan mencontohkan perilaku serta ucapan yang menunjukkan bahwa kita menghargai semua orang, anak-anak akan mengikuti jejak kita.

Karya Pembaca: Jejen